Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @spiritualz_ dan @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

» 4 Olahraga ekstrem ini bisa kamu lakukan di Indonesia
Thu Apr 12, 2018 11:55 am by kabaena

» HDD External New
Wed Apr 04, 2018 2:59 am by dodolan

» Libero dalam Voli
Tue Apr 03, 2018 2:43 pm by kabaena

» Pisang Goroho Digoreng 'Telanjang', Aduh Enaknya!
Sat Mar 17, 2018 12:45 pm by nic

» Menolak Hadiah Rp 399 Juta dari Easy Shopping
Mon Mar 12, 2018 10:12 am by vani

» Merancang perjalanan - Itinerary
Fri Mar 09, 2018 1:44 pm by vani

»  Startup ini Bangun Rumah Menggunakan Printer 3 Dimensi!
Sun Feb 25, 2018 2:52 pm by wulele_waru

» Agen Madu Hitam Pahit Premium Bandung Murah
Thu Feb 22, 2018 7:10 pm by riyadiyo

» Mengapa kelelawar tidur terbalik?
Mon Feb 19, 2018 10:05 am by ganz

Your Space

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Minecraft, permainan blok yang membuat ketagihan

    Share
    avatar
    patrisya

    Jumlah posting : 12
    Join date : 01.11.14
    Age : 28

    Minecraft, permainan blok yang membuat ketagihan

    Post  patrisya on Tue Jan 02, 2018 1:25 am



    Dunia Minecraft memang susah dimengerti konsepnya oleh para orang tua. Namun video game itu sudah sedemikian populer di kalangan anak-anak dan remaja hingga menyandang predikat sebagai video permainan yang paling banyak ditonton di Youtube.

    Menurut situs berbagi video itu, permainan yang memungkinan pengguna merancang dunia dari blok-blok - mirip dengan Lego - itu menjadi kata kunci yang paling dicari setelah "music".


    Temuan itu mengonfirmasi penelitian sebelumnya yang dilakukan perusahaan riset video YouTube, Newzoo dan Octoloy, yang menemukan video dengan tema Minecraft ditonton lebih dari 3,9 miliar kali pada Maret 2015 saja.


    Mungkin ini tidak mengejutkan bagi para orang tua yang anak-anaknya 'kecanduan' Minecraft. Permainan itu sungguh membuat mereka ketagihan sehingga sulit mengajak mereka bermain sepeda, memancing, mengunjungi taman, dan kegiatan lainnya.



    Obsesi


    Fenomena keputusasaan orang tua dengan antusiasme/obsesi/kecanduan anak-anak mereka terhadap Minecraft tidak asing lagi.


    Dalam berbagai tulisan dan artikel online, mereka mengeluh bahwa permainan ini mengambil alih kehidupan anak-anak mereka. Pekerjaan rumah, tugas, dan tidur pun diabaikan asal bisa terus bermain.


    Hal ini menyebabkan beberapa orang tua melarang atau membatasi waktu bermain Minecraft.


    Seorang ayah, menjelaskan keputusannya untuk membatasi jam main putra kembarnya karena, "Minecraft, seperti semua game adiktif lainnya, tidak ada habisnya. Sedangkan masa kanak-kanak kedua putra saya ada batasnya. Saya ingin mereka belajar tentang dunia nyata, bukan dunia yang virtual."


    Namun beberapa orang tua lainnya tidak keberatan melihat anak-anak mereka bermain game itu - setidaknya mereka melakukan sesuatu agak kreatif.


    Tapi mereka juga kebingungan melihat anak menghabiskan berjam-jam menonton orang lain bermain Minecraft. Itu mereka anggap obsesi tingkat tinggi.




    Pintu masuk kastil yang mengesankan dalam dunia Minecraft



    Menonton tutorial


    Di YouTube terdapat sekitar 42 juta video yang berhubungan dengan Minecraft. Mulai dari video tutorial yang memberi ide jenis-jenis benda yang dapat dibangun, video-video yang merupakan rekaman permainan pengguna lain, dan tips-tips untuk memperindah "dunia" Minecraft pagi pengguna pemula.


    Ada pula ratusan saluran khusus untuk menyiarkan video Minecraft, yang paling terkenal termasuk Yogscast dan SkyDoesMinecraft.


    Bec Oakley adalah pencipta MineMun, sebuah blog untuk membimbing orang tua menghadapi kebingungan mereka terhadap Minecraft.


    Dia tidak kaget video-video Minecraft sangat tenar di YouTube.


    "YouTube seperti televisi untuk anak-anak generasi ini. Dari sana mereka terhibur, belajar, berbagi ilmu. 



    Menyaksikan orang lain bermain Minecraft memungkinkan mereka memperluas pengalaman mereka dari hanya sekadar bermain menjadi sarana untuk saling berbagi pengalaman dan saling belajar," katanya kepada BBC.

    "Konten yang tersedia banyak sekali dan banyak yang menarik perhatian, mengedukasi dan berguna bagi anak-anak," tambahnya.


    Dia mengakui, "Anak-anak mudah terobsesi dengan Minecraft dan menonton video-video YouTube adalah bagian dari obsesi itu."


    Namun menonton video Minecraft di YouTube bukanlah sebuah masalah, menurutnya. "Indikasi masalah adalah dengan melihat jumlah waktu yang dihabiskan, dan dampaknya terhadap kesehatan dan suasana hati anak.


    "Penting bagi orang tua membantu anak-anak menikmati hobi Minecraft dengan cara yang sehat - mendiskusikan cara menjadi gamer yang sehat, perlunya beristirahat sesekali, dan menetapkan aturan untuk bermain game dengan wajar serta memberikan imbalan untuk kepatuhan."






    Dampak pada otak


    Meski demikian, apa dampak bermain Minecraft pada otak?


    Sudah dilakukan banyak penelitian, beberapa mengundang kontroversi, untuk mempelajari efek bermain game pada otak.

    Tim riset di Cina, misalnya, melakukan tes MRI kepada otak 18 mahasiswa yang menghabiskan rata-rata 10 jam per harinya untuk bermain game, seperti World of Warcraft.

    Dibandingkan grup mahasiswa yang menghabiskan kurang dari dua jam sehari bermain game, para gamer itu memiliki lebih sedikit grey matter (komponen otak untuk berpikir).

    Dan pada awal tahun 1990an, para peneliti pernah memperingatkan bahwa bermain video game hanya menstimulasi bagian otak untuk melihat dan pergerakan, tapi mungkin mengakibatkan bagian-bagian lain seperti perilaku, perasaan dan belajar menjadi kurang berkembang.

    Sedangkan dalam penelitian khusus Minecraft, sebuah artikel yang ditulis pakar psikolog Jun Lee dan Robert Pasin untuk majalah Quartz, mengatakan bahwa permainan itu tidak se-kreatif seperti dianggap para orang tua.

    "Di Minecraft, anak-anak dapat membangun dan menjelajahi dunia baru dan mengaturnya sesuka mungkin. 


    Kreativitas yang dirangsang permainan tersebut - melalui kombinasi bentuk, alat-alat dan material bangungan - ditujukan untuk satu tugas yaitu untuk merancang struktur-struktur rumit. Walaupun itu terasa seperti permainan kreatif, anak-anak yang kami teliti mengatakan merasa gelisah dan kesal setelah bermain."

    Permainan itu, kata para peneliti, menjadi "bukan sebagai bermain tanpa tujuan dan lebih seperti keharusan untuk menyelesaikan bangunan tanpa akhir."


    .

      Waktu sekarang Sat Apr 21, 2018 4:51 am