Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @spiritualz_ dan @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Your Space

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Kutu Pada Anak Kucing yang Baru Lahir

    Share
    avatar
    kabaena

    Jumlah posting : 288
    Join date : 19.08.11
    Age : 32

    Kutu Pada Anak Kucing yang Baru Lahir

    Post  kabaena on Sat Nov 25, 2017 11:38 am


    Adanya kutu (atau lebih tepatnya disebut pinjal) pada anak kucing yang baru lahir sangatlah merugikan  kesehatan dan bisa bahkan dibilang berbahaya, hal ini dikarenakan pinjal tersebut dapat menghisap darah yang kemudian mengakibatkan anemia (kekurangan sel darah merah). Sayangnya kebanyakan produk kimia untuk pengobatan kutu atau pinjal pada kucing dewasa bersifat beracun dan tidak bisa digunakan untuk anak kucing.

    Pinjal merupakan parasit tidak bersayap yang menghisap darah inangnya (dalam hal ini kucing).Merupakan salah satu parasit yang sering ditemukan dan membuat frustasi para pemilik binatang mengeong ini. dari beberapa spesies pinjal, yang paling banyak dijumpai pada kucing adalah pinjal Ctenocephalides felis.

    Anak kucing yang baru lahir bisa tertular pinjal dari induknya, jadi jangan heran apabila jika kita tiba tiba menemukan adanya pinjal pada anak kucing yang baru berumur beberapa hari.Bagian yang paling sering ditempati adalah pangkal ekor dimana kita bisa melihat adanya bintik bintik hitam yang merupakan kotoran pinjal, sedangkan pinjalnya sendiri bisa berjalan jalan atau meloncat diantara bulu bulu lembutnya.

    Telur pinjal berwarna putih dengan diameter lebih kurang 0,5 mm. Telur ini bisa dilihat dengan mata telanjang, biasanya jatuh dari bulu kucing bersama sama dengan kotoran tinja ketika kucing menggaruk garuk, melompat, mencakar cakar ataupun ketika sedang tidur. Tergantung dari kondisi lingkungan, telur pinjal akan menetas dalam waktu 1 – 10 hari menjadi larva. Kotoran pinjal  yang jatuh bersamaan dengan telur berfungsi sebagai makanan bagi larva pinjal yang baru menetas. Kondisi ideal untuk telur menetas adalah kelembapan 70% atau lebih dengan suhu antara 21-32 derajat celcius.

    Dibawah kondisi ideal, telur pinjal akan menetas menjadi larva yang mempunyai panjang lk 6mm. Larva pinjal ini tidak mempunyai kaki tetapi mempunyai mulut. Larva hidup dari memakan kotoran pinjal, dan reruntuhan kulit yang mati. Larva ini bersembunyi di balik karpet, furniture untuk menghindari sinar.

    Setelah 7 – 18 hari larva pinjal berubah menjadi pupa yang dibungkus material yang solid berasal dari saliva (air liur) larva dan reruntuhan kulit. Pupa ini memerlukan waktu 7-10 hari sebelum berubah menjadi pinjal dewasa. Pupa sulit dideteksi dan biasanya bertempat tinggal atau bersembunyi di balik karpet atau celah celah  perabot rumah tangga. Pada stadium ini pengobatan tidak efektif.

    Pada kucing dewasa pinjal bisa dibasmi dengan menggunakan produk pembasmi kutu yang ada dipasaran. Namun sayangnya produk ini tidak bisa digunakan secara langsung pada anak kucing yang baru lahir karena bersifat beracun. Pada umumnya produk tersebut hanya aman untuk anak kucing berumur 8 minggu keatas.

    Pada dasarnya membasmi pinjal kucing bertujuan untuk : membunuh pinjal dewasa yang ada pada tubuh kucing dan pada lingkungan sekitarnya, membasmi telur dan larva/ pupa kucing yang ada di lingkungan tempat tinggal.

    Pada anak kucing cara paling aman untuk membasmi pinjal bisa dilakukan menggunakan sisir kucing ( sisir dengan jarak bilah bilah yang sempit). Siapkan juga mangkuk berisi air yang dicampur dengan sabun pencuci piring. Rambut kucing disisir pelan pelan dan selanjutnya sisir diketok ketok di atas mangkuk sehingga pinjal yang tertangkap berjatuhan serta terperangkap di dalam larutan pencuci piring.

    Selain cara tersebut diatas, menangkap pinjal juga bisa dilakukan dengan melilitkan selotip bermuka ganda ke jari dan kemudian ditempelkan ke pinjal kucing yang terdapat pada tubuh kucing.

    Karena telur, larva dan pupa dari pinjal tidak bergerak dan lebih sulit dilihat dengan mata telanjang maka pembersihan pinjal harus dilakukan berulang ulang dengan maksud pupa yang menetas menjadi pinjal dewasa dapat langsung dibasmi sebelum sempat bertelur kembali.

    Selain membasmi pinjal pada anak kucing, tentu saja tidak boleh dilupakan untuk segera membasmi pinjal pada induknya juga serta kucing dewasa lain yang tinggal bersama.Selain menggunakan produk pembasmi kutu yang ada dipasaran,cara yang dipakai untuk membasmi pinjal pada anak kucing diatas bisa dipakai pada kucing dewasa.

    Lingkungan sekitar tempat tinggal kucing juga harus dibersihkan dari telur,larva, pupa dan pinjal dewasa. Tempat tempat seperti sofa dan karpet merupakan tempat yang sering menjadi tempat persembunyiannya. Pembersihan bisa dilakukan dengan mencuci serta dihisap dengan vacum cleaner (penghisap debu).  


    ~kucingfelin.com

      Waktu sekarang Wed Dec 13, 2017 1:56 am