Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @spiritualz_ dan @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Your Space

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Keajaiban Senyuman

    Share
    avatar
    lahumusi

    Jumlah posting : 26
    Join date : 06.09.14
    Lokasi : Pu'u Vatu

    Keajaiban Senyuman

    Post  lahumusi on Wed Jun 28, 2017 1:07 pm


    Di beberapa bagian dunia, di mana manusia belum terlalu banyak disentuh oleh pembangunan ekonomi serta konsumerisme berlebihan, di sana terasa sekali kalau senyuman orang-orang sangat berbeda. Auranya berbeda, cahayanya berbeda, karismanya juga berbeda. Ia seperti membawa pesan, ada rahasia spiritual yang disembunyikan di balik senyuman.

    Dulunya, cerita tentang senyuman yang menyembuhkan, atau senyuman yang menentramkan hanya ada di dunia spiritual. Namun sejalan dengan semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi, wilayah senyuman ini pun dimasuki oleh dunia penelitian. Salah satu tokoh menonjol dalam hal ini adalah Profesor Kazuo Murakami dari Jepang. Guru besar bioteknologi yang menghabiskan puluhan tahun menelitit gen di laboratorium, dalam bukunya yang berjudul “Switch” terang-terangan menyimpulkan: “Diantara sejumlah saklar yang ada di dalam, senyuman adalah saklar terkuat yang bisa merubah gen dan hidup seseorang”.

    Paula M. Reeves, Ph.D dalam karya indahnya berjudul “Heart Sense: Unlocking your highest purpose and deepest desire” menulis di halaman 3, tubuh manusia memancarkan energi elektromagnetik. Yang perlu direnungkan dalam-dalam, energi elektromagnetik-nya hati (heart) lima ribu kali lebih kuat dibandingkan energi elektromagnetiknya otak. Pesan bimbingannya kemudian, siapa saja yang jiwanya mau sembuh dan utuh, daya bantu hati lima ribu kali lebih besar dibandingkan dengan otak. Dan senyuman adalah bahasa hati.

    Salah satu jiwa bercahaya yang pernah lahir di zaman kita bernama Zig Ziglar. Penulis dan pembicara publik ini bahkan memberi judul salah satu bukunya seperti ini: “Something To Smile About” (sesuatu yang bisa membuat kita tersenyum). Isi buku ini penuh dengan bahan-bahan renungan yang membuat manusia jadi mudah tersenyum. Tentu saja alasan di balik semua ini karena Zig Ziglar mengerti kalau senyuman menyembuhkan dan menentramkan.

    Di Barat pernah lahir cerita menarik seperti ini. Suatu hari ada pria tua yang terkena penyakit ini dan itu yang penuh komplikasi. Jika penyakit ini diobati, yang itu kambuh. Jika yang itu dioprasi, yang ini tambah parah. Karena tidak menemukan cahaya kesembuhan di dunia medis, ia kemudian memutuskan menyewa hotel kecil selama 3 bulan. Serta berhari-hari hanya menonton film lucu yang membuat ia tertawa dan tersenyum. Setelah tiga bulan, pria tua ini sembuh.

    Untuk membuat ceritanya jadi ringkas, ada Cahaya yang disembunyikan di balik senyuman. Ia yang mencari kesembuhan, bisa menemukan kesembuhan dalam senyuman. Sahabat yang mencari kedamaian bisa menemukan kedamaian dalam senyuman. Jika senyumannya dalam mengagumkan, seseorang bahkan bisa menemukan kesempurnaan di balik senyuman.

    Dan perjalanan menuju ke sana tidak sederhana. Ia jauh dari mudah. Kendati jarak antara kepala (head) dengan hati (heart) hanya beberapa centi meter, tapi dibutuhkan waktu dan upaya yang besar sekali agar sampai di sana. Perhatikan apa yang ditulis Paula M. Reeves, Ph.D di halaman 125: “Heart live in a spiritual realm where ego knows nothing”. Senyuman yang dalam sebagai bahasa hati mekar indah di taman jiwa di mana ego dan keakuan tidak memiliki lahan untuk bertumbuh.

    Untuk itu, agar jiwa sembuh dan utuh, mari belajar bertumbuh di lahan spiritual yang jauh dari ego dan keakuan. Sederhananya, jauhi lingkungan yang bisa membuat keakuan membesar. Pujian orang yang berlebihan, orang-orang culas dan licik yang penuh kepalsuan, manusia yang hanya mau menang dan untung saja adalah sebagian contoh.

    Bersamaan dengan itu, masuki wilayah-wilayah pelayanan yang bisa membuat bunga hati jadi mekar sangat indah. Konkritnya, selalu pandang semua mahluk sebagai jiwa-jiwa menderita yang memerlukan pertolongan. Rasakan jejaring penderitaan di balik kemarahan dan kekerasan yang mereka lakukan. Dari masa kecil yang penuh luka, orang tua yang bikin celaka, sampai sekolah yang bermasalah.

    Begitu jejaring penderitaan mereka terbuka, kemudian pancarkan kasih sayang. Ringkasnya, tatap mereka dengan mata yang penuh penerimaan. Selalu pikirkan kebaikan-kebaikan yang pernah mereka lakukan. Jika ada waktu berdoa, doakan mereka agar berbahagia. Di puncak semua itu, ingat mendekap setiap keseharian dengan senyuman yang indah. Sisanya, jangan terkejut kalau kehidupan menjemput Anda dengan banyak keajaiban.

    Penulis: Guruji Gede Prama.


    sumber: gedeprama.blogdetik.com


      Waktu sekarang Mon Oct 23, 2017 7:42 pm