Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @spiritualz_ dan @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Your Space

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    ATM Beras di Purwakarta

    Share
    avatar
    FuiFui

    Jumlah posting : 11
    Join date : 24.01.15

    ATM Beras di Purwakarta

    Post  FuiFui on Fri Jun 16, 2017 12:34 am


    PURWAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta melaunching anjungan tunai mandiri (ATM) beras tepat pada peringatan hari lahir Pancasila, Kamis (1/6/2017) di Desa Wanakerta Kecamatan Bungursari.

    ATM beras untuk tahap awal berjalan di empat desa. Desa Dangdeur, Cibungur, Wanakerta dan Bungursari Kecamatan Bungursari. Fungsinya, memudahkan warga untuk mengakses beras gratis.
    Satu mesin ATM beras mampu menampung 300 kg dan sumber berasnya berasal dari beras perelek yang dikumpulkan warga setiap pekan di setiap kantor desa hingga sumbangan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Purwakarta.
    Mekanisme pengambilan berasnya sama halnya seperti ATM pada umumnya, ATM beras menggunakan kartu beserta personal identify number (PIN).

    "Kartunya ditempel di salah satu bagian ATM. Setelah itu masukan pin dan ada petunjuk pengambilan. Satu kali pengambilan beras sebanyak 3 kg," ujar Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di sela peresmian ATM Beras di Desa Wanakerta, Kamis (1/6).


    Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat meninjau mesin ATM beras di Desa Wanakerta Kecamatan Bungursari Kabupaten Purwakarta, Kamis (1/6/2017). (TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA)

    Warga yang bisa mengambil beras di ATM ini khusus bagi warga penerima beras sejahtera (rastra). Meski begitu, beras di ATM bukan beras rastra melainkan beras perelek yang disumbangkan warga, aparatur sipil negara (ASN), Pemkab Purwakarta hingga karyawan swasta di Purwakarta.

    "ATM beras ini diperuntukan untuk warga penerima rastra. Di desa ini kebetulan ada 124 warga penerima rastra. Tapi berasnya bukan beras rastra, nanti kartu aksesnya akan dibagi ke warga," ujar Dedi.

    Setiap bulan, setiap warga penerima mendapat jatah 15 kg. Warga penerima meski mendapat jatah satu kali pengambilan sebanyak 3 kg, namun bisa mengambil 15 kg sekaligus.

    "Tapi dianjurkan pengambilan satu kg saja supaya bisa diatur. Jadi ATM beras ini sekali pengambilan gratis, beda dengan beras rastra yang harus dibeli," ujar Dedi.

    Dedi menargetkan ATM beras terpasang di 183 desa di Purwakarta. Meski begitu, empat desa yang sudah terpasang sudah bisa mengaksesnya.

    "Untuk sementara di empat desa. Secara bertahap nanti terpasang di 183 desa. Dengan begitu, warga kami sudah tidak lagi menerima beras rastra," ujar Dedi.


      Waktu sekarang Mon Nov 20, 2017 1:41 pm