Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @spiritualz_ dan @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

» 4 Olahraga ekstrem ini bisa kamu lakukan di Indonesia
Thu Apr 12, 2018 11:55 am by kabaena

» HDD External New
Wed Apr 04, 2018 2:59 am by dodolan

» Libero dalam Voli
Tue Apr 03, 2018 2:43 pm by kabaena

» Pisang Goroho Digoreng 'Telanjang', Aduh Enaknya!
Sat Mar 17, 2018 12:45 pm by nic

» Menolak Hadiah Rp 399 Juta dari Easy Shopping
Mon Mar 12, 2018 10:12 am by vani

» Merancang perjalanan - Itinerary
Fri Mar 09, 2018 1:44 pm by vani

»  Startup ini Bangun Rumah Menggunakan Printer 3 Dimensi!
Sun Feb 25, 2018 2:52 pm by wulele_waru

» Agen Madu Hitam Pahit Premium Bandung Murah
Thu Feb 22, 2018 7:10 pm by riyadiyo

» Mengapa kelelawar tidur terbalik?
Mon Feb 19, 2018 10:05 am by ganz

Your Space

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Ini Media Sosial Paling Berisiko untuk Kesehatan Jiwa

    Share
    avatar
    ganz

    Jumlah posting : 120
    Join date : 04.02.12

    Ini Media Sosial Paling Berisiko untuk Kesehatan Jiwa

    Post  ganz on Tue May 23, 2017 11:43 am


    Di era millennial ini, media sosial bukanlah sesuatu yang aneh. Semua orang memiliki paling tidak satu akun dari beberapa jenis media sosial yang sedang hits di Indonesia. Entah itu Facebook, Twitter, Path, Snapchat, hingga Youtube.

    Namun bersamaan dengan kemunculan berbagai media sosial itu, ada beberapa efek negatif yang ikut timbul ke permukaan. Semula, mungkin efek ini jarang disadari oleh masyarakat dunia karena tertutupi oleh berbagai hal positif yang didapatkan. Namun, sekarang efek negatif tersebut mulai terlihat, bahkan memberikan masalah yang cukup serius.


    Efek negatif tersebut adalah masalah kejiwaan. Tidak seperti gangguan jiwa yang kadang terlihat, masalah kejiwaan ini mungkin disepelekan. Sebuah studi yang dilakukan oleh Royal Society for Public Health London menunjukkan kenyataan yang tersembunyi dari gemerlap dunia media sosial. Penelitian yang dinamakan #StatusofMind ini dilakukan pada Jumat lalu (19/5/2017) ini dilakukan pada 1500 anak muda usia 14-24 tahun untuk melihat bagaimana pengaruh media sosial terhadap isu kesehatan mental, seperti kecemasan, depresi, identitas diri, dan citra tubuh atau body image.

    Youtube berada di peringkat teratas yang memberikan dampak positif, sedangkan Instagram, Snapchat, Facebook, dan Twitter menunjukkan dampak negatif secara keseluruhan terhadap kesehatan mental generasi muda. Instagram duduk di peringkat pertama diikuti oleh Snapchat di posisi kedua.



    "Instagram mudah membuat para wanita dan remaja merasa tubuh mereka tidak bagus sehingga mereka banyak yang menambahkan filter dan mengedit foto mereka supaya terlihat sempurna," ungkap seorang responden wanita seperti dikutip dari CNN.

    Penelitian ini juga menunjukkan bahwa orang-orang yang terlalu sering beraktivitas di media sosial memperlihatkan kecemasan tingkat tinggi dan isu kesehatan mental yang lain. Meskipun efek negatif tersebut muncul, sisi positif memang masih ada dalam sebuah media sosial. Media sosial secara positif bisa menjadi wadah untuk berekspresi dan identitas diri bagi para generasi muda. Bahkan ada yang bisa mendapatkan penghasilan dari platform sosial tersebut.

    Salah satu Youtuber profesional, Laci Green, mengungkapkan bahwa pendidikan tentang isu kesehatan mental di era digital adalah sebuah keharusan bagi generasi muda. Mereka perlu diinformasikan mengenai sisi buruk maupun sisi baik dari media sosial dan bagaimana cara mengatasinya agar siap dengan masa depan yang lebih canggih lagi.

    sumber: wolipop


      Waktu sekarang Fri Apr 27, 2018 3:17 pm