Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @spiritualz_ dan @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

» 4 Olahraga ekstrem ini bisa kamu lakukan di Indonesia
Thu Apr 12, 2018 11:55 am by kabaena

» HDD External New
Wed Apr 04, 2018 2:59 am by dodolan

» Libero dalam Voli
Tue Apr 03, 2018 2:43 pm by kabaena

» Pisang Goroho Digoreng 'Telanjang', Aduh Enaknya!
Sat Mar 17, 2018 12:45 pm by nic

» Menolak Hadiah Rp 399 Juta dari Easy Shopping
Mon Mar 12, 2018 10:12 am by vani

» Merancang perjalanan - Itinerary
Fri Mar 09, 2018 1:44 pm by vani

»  Startup ini Bangun Rumah Menggunakan Printer 3 Dimensi!
Sun Feb 25, 2018 2:52 pm by wulele_waru

» Agen Madu Hitam Pahit Premium Bandung Murah
Thu Feb 22, 2018 7:10 pm by riyadiyo

» Mengapa kelelawar tidur terbalik?
Mon Feb 19, 2018 10:05 am by ganz

Your Space

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Bahasa Manusia Lahir di Afrika

    Share
    avatar
    vani

    Jumlah posting : 347
    Join date : 24.09.11

    Bahasa Manusia Lahir di Afrika

    Post  vani on Thu Jan 05, 2017 3:05 am


    Bahasa manusia diduga berasal dari Gurun Sahara di Afrika. (Thinkstock)

    Penelitian yang terbit di jurnal Science dan ditulis oleh Dr. Quentin Atkinson tersebut menyajikan bukti-bukti kuat bahwa bahasa manusia diduga berasal dari Gurun Sahara di Afrika. Atkinson meneliti fonem pada 504 variasi bahasa yang ada di dunia saat ini.

    Ia mendapati sejumlah besar fonem ada di Afrika. Jumlah itu menurun ketika jarak bertambah jauh dari Afrika. Hingga jumlah fonem paling kecil atau jarang, ditemukan Atkinson di Amerika Selatan dan pulau-pulau tropis di Pasifik.

    Atkinson pun mencatat bahwa pola penyebaran fonem ini merupakan cerminan dari pola penyebaran berbagai gen manusia; aslinya bermula di Afrika, semakin berkurang ketika bangsa-bangsa manusia itu mulai berekpansi menjajaki wilayah selain Afrika.

    Sementara penelitian lain oleh peneliti dari University of Auckland, yang dimuat dalam jurnal Nature, turut mendukung hal tersebut. Dengan metode komputasi yang diturunkan dari ilmu biologi, Profesor Russel Gray beserta timnya menganalisis bahwa sebenarnya setiap bahasa memiliki kecenderungan berubah, tergantung budaya dan lingkungan, bukan akibat faktor pikiran.


    (Gloria Samantha/Sumber: Science Daily)


      Waktu sekarang Mon Apr 23, 2018 10:01 am