Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @spiritualz_ dan @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Your Space

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Sudah Berencana Nikah Tapi Masih Sering Bertengkar, Haruskah Dilanjutkan?

    Share
    avatar
    fla

    Jumlah posting : 865
    Join date : 01.12.09

    Sudah Berencana Nikah Tapi Masih Sering Bertengkar, Haruskah Dilanjutkan?

    Post  fla on Tue Jan 03, 2017 12:33 am


    Saya berencana menikah di akhir tahun ini bersama pria yang saya kenal setahun ini di tempat saya merantau bekerja. Saya merasa hubungan kami awalnya baik-baik saja dan saling mencintai satu sama lain sehingga planning kami untuk serius ke depannya. Saya pun sudah mengenalkan dia kepada keluarga. Namun rencana kami menikah di akhir tahun ini jadi tidak terealisasi dikarenakan sifat kami yang selalu ribut dan tidak cocok. Dia menanggap saya wanita yang tidak pernah mau mendengarkan pendapat dia dan selalu ingin menang sendiri. Tapi menurut saya, saya sudah banyak mengerti dan mengikuti apa yang dia mau.

    Tolong berikan solusi apakah saya tetap bertahan dengan kekasih atau memang sebaiknya saya putus saja dengannya. Hati saya sebenarnya ingin kami tetap bersama. Mohon nasihatnya mba. Terimakasih.

    Amel (25 Tahun)

    Jawab:

    Hai Amel,

    Banyak masalah yang terjadi dalam sebuah hubungan ketika pasangan memiliki definisi yang berbeda tentang suatu hal. Apa yang bagi Anda sudah banyak mengerti dan mengikuti kemauannya, ternyata belum sesuai dengan definisinya. Begitu pula mengenai tak mendengarkan pendapat dan ingin menang sendiri.

    Coba deh Anda berdua mendefinisikan konsep-konsep tadi dalam bentuk perilaku kongkritnya. Contohnya, yang disebut 'tak mendengarkan pendapat' itu apakah karena tak melihat matanya saat bicara, atau karena saat bicara selalu berdebat, atau hal lain. Lalu yang disebut 'mengikuti apa yang dia mau' itu kemauan apa, dan seperti apa Anda mengikutinya.

    Setelah jelas apa yang dimaksud, sepakatilah apa yang diharapkan. Contohnya, kemauan yang diharapkan diikuti itu kemauan yang mana. Atau yang disebut mendengar pendapat itu artinya perilaku seperti apa yang diharapkan muncul. Dengan definisi dan kesepakatan yang jelas, maka Anda berdua tak perlu menebak-nebak. Sebaliknya Anda berdua bisa dengan cepat menemukan bahwa pasangan sudah berusaha untuk memperbaiki diri dan berusaha memenuhi harapan satu sama lain.

    Coba dulu memperjelas definisi dan menyepakati harapan. Jika sulit, Anda dapat minta bantuan psikolog perkawinan karena mereka punya keahlian untuk melatih pasangan mencapai apa yang diharapkan pasangan. Jika itupun tak berhasil juga, maka bisa jadi itu sinyal bahwa Anda perlu mengakhiri hubungan dengannya.


    sumber: wolipop


      Waktu sekarang Sun Dec 17, 2017 7:59 pm