Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @spiritualz_ dan @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Your Space

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Apa Beda Serangan Jantung dan Kematian Jantung Mendadak?

    Share
    avatar
    FuiFui

    Jumlah posting : 9
    Join date : 24.01.15

    Apa Beda Serangan Jantung dan Kematian Jantung Mendadak?

    Post  FuiFui on Tue Jul 19, 2016 8:13 am


    Setiap ada orang yang mendadak meninggal tanpa ada penyakit yang mendahului, biasanya orang langsung menebak penyebabnya akibat serangan jantung. Padahal, keduanya merupakan kondisi yang berbeda.

    Kematian jantung mendadak (sudden cardiac death/SCD) adalah kematian mendadak akibat jantung kehilangan fungsinya. Penyakit ini juga bertanggung jawab pada separuh dari kematian akibat penyakit jantung.

    Kematian mendadak bukanlah penyakit jantung, tapi bisa terjadi ketika serangan jantung.

    Serangan jantung terjadi ketika terjadi sumbatan pada satu atau lebih pembuluh darah ke jantung sehingga jantung tidak mendapat pasokan darah dan oksigen. Kondisi itu menyebabkan kerusakan jantung.

    Sebaliknya, kematian jantung mendadak terjadi saat sistem listrik di jantung tidak berfungsi dan mendadak menjadi tak teratur. Jantung berdetak sangat cepat dan berbahaya.

    Ventrikel jantung akan menggelar dan darah tidak tersirkulasi ke tubuh. Pada beberapa menit pertama, kekhawatiran terbesar adalah aliran darah ke otak berkurang drastis sehingga seseorang kehilangan kesadaran.

    Tanpa penanangan segera, korban bisa saja meninggal. Terapi gawat darurat meliputi pemberian CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau defibrilasi.

    Gejala

    Sebagian orang merasakan gejala jantung berhenti berfungsi, misalnya saja detak jantung sangat cepat atau merasa kelelahan. Ini merupakan tanda irama jantung bermasalah. Tapi, tak sedikit kasus yang tidak bergejala.

    Kebanyakan kematian jantung mendadak disebabkan irama jantung abnormal yang disebut aritmia. Akibat dari kondisi ini kerja jantung memompa darah akan terganggu.

    Ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan risiko kematian jantung mendadak. Misalnya saja pernah mengalami serangan jantung sebelumnya, punya penyakit jantung koroner, ada riwayat sakit jantung dalam keluarga, diabetes tak terkontrol, atau obesitas. ~kompas


      Waktu sekarang Thu Jul 27, 2017 12:45 am