Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @spiritualz_ dan @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

» 4 Olahraga ekstrem ini bisa kamu lakukan di Indonesia
Thu Apr 12, 2018 11:55 am by kabaena

» HDD External New
Wed Apr 04, 2018 2:59 am by dodolan

» Libero dalam Voli
Tue Apr 03, 2018 2:43 pm by kabaena

» Pisang Goroho Digoreng 'Telanjang', Aduh Enaknya!
Sat Mar 17, 2018 12:45 pm by nic

» Menolak Hadiah Rp 399 Juta dari Easy Shopping
Mon Mar 12, 2018 10:12 am by vani

» Merancang perjalanan - Itinerary
Fri Mar 09, 2018 1:44 pm by vani

»  Startup ini Bangun Rumah Menggunakan Printer 3 Dimensi!
Sun Feb 25, 2018 2:52 pm by wulele_waru

» Agen Madu Hitam Pahit Premium Bandung Murah
Thu Feb 22, 2018 7:10 pm by riyadiyo

» Mengapa kelelawar tidur terbalik?
Mon Feb 19, 2018 10:05 am by ganz

Your Space

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Pro dan Kontra Memandang Pro Hire Dalam Perusahaan

    Share
    avatar
    vaipode

    Jumlah posting : 70
    Join date : 21.01.13

    Pro dan Kontra Memandang Pro Hire Dalam Perusahaan

    Post  vaipode on Tue Jan 26, 2016 1:02 am


    Dalam memenuhi kebutuhan karyawannya, khususnya karyawan-karyawan yang memiliki kompetensi dan pengalaman yang baik pada bidang-bidang pekerjaan tertentu, seringkali sulit dilaksanakan. Karenanya dalam berbagai posisi, khususnya pada posisi supervisor hingga manager, bahkan tak jarang sampai kepada pejabat eksekutif (pejabat yang secara struktural berada satu layer dibawah Board of Director). Dibutuhkan, tapi juga tak jarang mendapatkan resistensi dari internal. Bagaimana menyikapinya dan bagaimana memandangnya dari dua sisi?

    Tak semua perusahaan memiliki budaya yang terbuka. Baik BUMN, BUMD maupun Swasta. Hal ini acapkali terjadi karena posisi strategis dari prohire. Tak jarang, banyak karyawan yang sudah lama berkarir disebuah perusahaan merasa tersaingi oleh kehadiran prohire. Apalagi jika dianggap pro hire yang baru masuk dianggap tidak memiliki kompetensi yang memadai terhadap bidang-bidang pekerjaan yang akan dilakukan. Baru masuk sudah dianggap tidak mampu. Pastinya pusing. Apalagi jika ditambah desas desus bahwa pro hire tersebut masuk ke sebuah perusahaan karena adanya bekingan dari top manajemen. Jangan heran, hal ini masih terjadi di beberapa perusahaan.

    Soal menyoal kemampuan, rasanya itu kembali lagi kepada kemampuan pribadi dari masing-masing prohire yang bersangkutan. Sehebat apapun prohire, belum tentu akan bisa langsung dengan mudah dan cepat beradaptasi. Faktor resistensi karyawan, seringkali mengkerdilkan motivasi dan kemampuan dari prohire. Faktor resistensi ini bisa jadi disebabkan oleh rasa takut bersaing, dan juga rasa takut bahwa prohire akan membawa perubahan-perubahan yang tidak diinginkan oleh karyawan yang sudah lama. Faktor resistensi ini juga bisa disebabkan dengan mempertimbangkan loyalitas prohire yang tidak sebaik karyawan lama (meskipun hal itu belum tentu sepenuhnya benar). Selain resistensi, ada juga faktor office politik yang tak jarang harus juga dihadapi oleh para prohire yang baru masuk.

    Karenanya, faktor attitude patut dipertimbangkan bagi para prohire disebuah perusahaan. Cobalah untuk bersikap ramah kepada semua orang. Sudah pasti akan banyak yang iri, itu wajar. Namun pelan-pelan, seiring dengan ramahnya sikap anda, semoga itu akan membuka hati karyawan-karyawan lama disekeliling prohire. Tapi bersikap ramah tidaklah cukup, anda harus membuktikan kemampuan dan kompetensi anda. Akan selalu ada banyak orang yang ingin mencari kesalahan anda dan menjatuhkan anda, itu wajar. Tapi juga bersikap terbukalah terhadap kritik dan masukan orang. Terus tingkatkan kemampuan anda, terus belajar dan aktiflah dalam pekerjaan dan target yang diberikan kepada anda.

    Dari sisi perusahaan, perbaikilah metode pengembangan kompetensi dan kemampuan karyawan anda. Rekrutmen awal menjadi kuncinya, pilihlah karyawan yang memiliki kemampuan yang prima, bukan hanya penampilan fisiknya saja yang rupawan. Penempatan posisi karyawan sesuai dengan bidang keahliannya juga perlu dipertimbangkan dengan seksama. Jangan anda tempatkan orang yang ahli pemasaran dan senang bertemu dengan banyak orang anda tempatkan di bidang administrasi. Walaupun memang banyak sekali orang-orang berhasil disuatu bidang, padahal sejak kuliah, program studi yang diambilnya jauh berbeda.

    Yang juga perlu dilakukan adalah memperbaiki metode pelatihan agar sesuai dengan kebutuhan sumber daya manusia perusahaan di masa kini dan pada masa-masa yang akan datang. Setelah itu adalah mekanisme proses promosi jabatan yang dipertimbangkan berdasarkan kemampuan dan bukannya berdasarkan faktor like and dislike. Kemudian secara sadar bertanya, apakah benar tidak ada orang dalam yang mampu?


    @RojiHasan


      Waktu sekarang Mon Apr 23, 2018 10:07 am