Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @spiritualz_ dan @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Your Space

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Hewan ini langsung pikun setelah berhubungan seksual

    Share
    avatar
    putri

    Jumlah posting : 238
    Join date : 19.01.12

    Hewan ini langsung pikun setelah berhubungan seksual

    Post  putri on Tue Dec 08, 2015 8:10 am


    Gurita Pasifik. ©2015 Smithsonian's National Zoo

    Bagi manusia dan makhluk hidup lain, hubungan seksual bisa dibilang sebagai awal dari segalanya dan hal terpenting dalam kehidupan. Namun, bagi gurita pasifik (Enteroctopus dofleini), berhubungan seks adalah awal dari kematian. Begini 'kisah tragisnya'.

    Gurita punya kriteria jodoh

    Berdasarkan penelitian, gurita jantan bisa 'mengendus' bau dari zat kimia yang dihasilkan oleh si betina. Si jantan juga bakal memilih betina yang berukuran lebih besar. Alasannya sederhana, ukuran yang besar berarti mempunyai peluang menghasilkan telur lebih banyak, hal ini ikut memperbesar peluang pejantan mewariskan gen mereka.

    Di sisi lain, gurita betina juga mempunyai kriteria tersendiri, mereka mencari pejantan dengan hectocotylus alias alat kelamin yang besar. Meski terdengar aneh, alat kelamin ini adalah kaki ketiga dari si gurita jantan. Ukuran dari alat kelamin jantan ini mencapai 3 kaki dan berisi sekitar 7 miliar sperma.

    Awal kepikunan gurita jantan dan betina

    Saat hubungan seksual itu dimulai, gurita jantan akan memasukkan alat kelaminnya ke kelamin betina dan meninggalkannya di sana. Meski terlihat sederhana, proses ini membutuhkan waktu rata-rata sekitar 4 jam. 7 Milliar sperma gurita jantan akan berusaha membuahi sekitar 20.000-100.000 sel telur yang ada di tubuh betina.

    Ironisnya, setelah hubungan seksual itu terjadi, baik gurita jantan atau betina akan memasuki masa senescence, semacam tahapan infeksi di mana bakteri dan virus mulai menyerang mereka. Nah, infeksi bakteri dan virus ini yang akhirnya merusak sistem saraf termasuk otak. Akibatnya, kedua gurita akan mengalami kepikunan.

    Gurita jantan disebut paling menderita dalam fase ini. Berbeda dari gurita betina yang masih punya tujuan merawat telur-telur yang belum menetas, gurita jantan sudah kehilangan tujuan hidupnya terus pikun dan hidup mengenaskan dari hari ke hari sampai akhirnya mati. Demikian juga dengan si betina yang biasanya mati setelah telur-telurnya menetas.

    Sumber:University of Wisconsin -bioweb.uwlax.edu

      Waktu sekarang Sat Jan 20, 2018 12:59 pm