Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

» HAMMER OF THOR | OBAT KUAT PEMBESAR PENIS | PIN BBM D3BF2124
Fri Nov 25, 2016 1:51 am by kiosonlineshop

» rahasia kuat diranjang
Fri Nov 25, 2016 1:45 am by kiosonlineshop

» CARA CEPAT MENGHILANGKAN TATO PERMANEN PADA TUBUH
Fri Nov 25, 2016 1:44 am by kiosonlineshop

» tips cepat untuk memutihkan kulit badan
Fri Nov 25, 2016 1:43 am by kiosonlineshop

» HDD External New
Tue Nov 22, 2016 4:46 pm by dodolan

» Jejak Sejarah Kerajaan Kotu’a
Sun Nov 13, 2016 11:22 pm by ganz

» Danau Berubah Warna, Keajaiban Alam dari Tomohon
Sat Nov 12, 2016 2:16 pm by kambose

» Tuhan dan Polisi
Sun Nov 06, 2016 10:12 pm by kambose

» Suku Kaili - Sulawesi Tengah
Sat Nov 05, 2016 5:01 pm by vani

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Mengibaratkan Kanker dengan 'Perang' Malah Bikin Orang Tidak Peduli

    Share

    putri

    Jumlah posting : 238
    Join date : 19.01.12

    Mengibaratkan Kanker dengan 'Perang' Malah Bikin Orang Tidak Peduli

    Post  putri on Sun Dec 21, 2014 2:20 pm


    Penggunaan kalimat 'berjuang melawan penyakit' memang lumrah diutarakan pada pasien penyakit kronis seperti kanker. Harapannya, mengibaratkan kanker seperti perang akan menyemangati si pasien. Tapi, efek berbeda ternyata muncul saat kalimat tersebut didengarkan pada orang yang tidak sakit lho.

    Akhir-akhir ini, sebuah studi menemukan bahwa penggunaan kata 'pertempuran' atau 'melawan' suatu penyakit, tak hanya kanker saja, justru bisa membuat seseorang tidak terlalu peduli untuk mencegah penyakit tersebut.

    Misalnya saja, untuk kanker, langkah pencegahan seperti berhenti merokok atau mengonsumsi daging merah tidak terlalu diindahkan. Nah, dalam studi ini, peneliti di University of Michigan dan University of Southern California menanyakan peserta penelirian apa yang seharusnya dilakukan untuk mencegah kanker.

    "Satu kelompok kami beri pertanyaan dengan adanya penggunaan kata melawan, hasilnya mereka jauh lebih sedikit atau bisa dikatakan lebih cuek dalam hal upaya pencegahan kanker," kata pemimpin studi David Hauser dalam laporannya di Personality and Social Psychology Bulletin.

    Untuk lebih memastikan, peneliti melakukan pengamatan yang kedua. Peserta yang dibagi menjadi dua kelompok diberi bacaan tentang kanker kolon. Salah satu kelompok diberi bacaan yang menggambarkan mengidap kanker kolon ibarat memberontak musuh-musuh.

    Hasilnya, lagi-lagi orang yang membaca bahwa sakit kanker bagaikan sebuah pertempuran, tidak terlalu agresif untuk melakukan tindakan pencegahan kanker. Maka dari itu, Hauser dan timnya berasumsi penggunaan kata melawan atau bertempur akan menunjukkan bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang penuh kekuatan.

    "Memang untuk sembuh dari kanker butuh pengorbanan dan kekuatan yang luar biasa. Namun, bukan berarti sakit kanker adalah sebuah perlawanan dan pertempuran lantas Anda menganggapnya sesuatu yang luar biasa dan tak perlu dicegah. Pastinya, akan lebih hebat lagi jika Anda bisa mencegah kanker yang bisa dialami siapa pun," tutur Hauser.


      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 7:50 am