Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @spiritualz_ dan @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

» 4 Olahraga ekstrem ini bisa kamu lakukan di Indonesia
Thu Apr 12, 2018 11:55 am by kabaena

» HDD External New
Wed Apr 04, 2018 2:59 am by dodolan

» Libero dalam Voli
Tue Apr 03, 2018 2:43 pm by kabaena

» Pisang Goroho Digoreng 'Telanjang', Aduh Enaknya!
Sat Mar 17, 2018 12:45 pm by nic

» Menolak Hadiah Rp 399 Juta dari Easy Shopping
Mon Mar 12, 2018 10:12 am by vani

» Merancang perjalanan - Itinerary
Fri Mar 09, 2018 1:44 pm by vani

»  Startup ini Bangun Rumah Menggunakan Printer 3 Dimensi!
Sun Feb 25, 2018 2:52 pm by wulele_waru

» Agen Madu Hitam Pahit Premium Bandung Murah
Thu Feb 22, 2018 7:10 pm by riyadiyo

» Mengapa kelelawar tidur terbalik?
Mon Feb 19, 2018 10:05 am by ganz

Your Space

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Riset: Orang Tua Baru Bahagia Kalau Cuma Punya Anak Satu

    Share
    avatar
    putri

    Jumlah posting : 238
    Join date : 19.01.12

    Riset: Orang Tua Baru Bahagia Kalau Cuma Punya Anak Satu

    Post  putri on Mon Dec 01, 2014 7:11 am


    Meskipun mendapatkan kasih sayang melimpah, anak tunggal tak selalu bahagia. Banyak di antaranya yang mengeluh kesepian karena tak punya sanak saudara. Namun sebuah studi mengatakan sebaliknya, orang tua lebih bahagia bila mereka hanya punya satu keturunan saja.

    Peneliti dari University of Western Ontario ini menemukan kebahagiaan pasangan suami istri akan memuncak saat anak pertama mereka lahir, terutama satu tahun sebelum dan satu tahun sesudah kelahiran anak pertama mereka.

    Setelah itu, kadar kebahagiaan mereka perlahan akan terus menurun seiring bertambahnya jumlah anak mereka.

    "Ketika anak nomor dua lahir, mereka juga akan merasakan kebahagiaan, tapi ini hanya sesaat atau tidak sebesar kebahagiaan ketika anak pertama lahir," ungkap peneliti Rachel Margolis, PhD seperti dikutip dari Men's Health.

    Margolis menambahkan kebahagiaan yang dirasakan orang tua saat anak kedua lahir tak begitu besar sebab ini bukanlah hal yang baru bagi keduanya. Tak heran ketika anak ketiga dan seterusnya lahir, pasangan orang tua justru tidak memperlihatkan kebahagiaan sama sekali.

    "Kelahiran anak ketiga jadi tidak terasa gregetnya karena mereka sudah disibukkan dengan dua anak sebelumnya. Dan biasanya anak ketiga lahir tanpa direncanakan," imbuh Margolis.

    Menurut Margolis, temuannya dapat menjelaskan mengapa pasangan moderen cenderung memiliki keturunan lebih sedikit daripada pasangan suami istri di masa lalu. Apalagi berdasarkan pengalaman, orang tua dengan banyak anak justru seringkali mengalami kesulitan finansial, sehingga mereka lebih memilih untuk tidak menambah keturunan.

    "Temuan ini menarik, tapi masih ada banyak variabel yang mempengaruhi kebahagiaan Anda bersama anak-anak dan keluarga, misal usia atau kondisi finansial. Ini tergantung pada pribadi masing-masing," tutupnya.


      Waktu sekarang Fri Apr 27, 2018 2:43 pm