Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @spiritualz_ dan @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

» 4 Olahraga ekstrem ini bisa kamu lakukan di Indonesia
Thu Apr 12, 2018 11:55 am by kabaena

» HDD External New
Wed Apr 04, 2018 2:59 am by dodolan

» Libero dalam Voli
Tue Apr 03, 2018 2:43 pm by kabaena

» Pisang Goroho Digoreng 'Telanjang', Aduh Enaknya!
Sat Mar 17, 2018 12:45 pm by nic

» Menolak Hadiah Rp 399 Juta dari Easy Shopping
Mon Mar 12, 2018 10:12 am by vani

» Merancang perjalanan - Itinerary
Fri Mar 09, 2018 1:44 pm by vani

»  Startup ini Bangun Rumah Menggunakan Printer 3 Dimensi!
Sun Feb 25, 2018 2:52 pm by wulele_waru

» Agen Madu Hitam Pahit Premium Bandung Murah
Thu Feb 22, 2018 7:10 pm by riyadiyo

» Mengapa kelelawar tidur terbalik?
Mon Feb 19, 2018 10:05 am by ganz

Your Space

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Rematik Ganas Bisa Disembuhkan, Asalkan?

    Share
    avatar
    kabaena

    Jumlah posting : 293
    Join date : 19.08.11
    Age : 32

    Rematik Ganas Bisa Disembuhkan, Asalkan?

    Post  kabaena on Wed Oct 29, 2014 6:58 am


    ARTRITIS rematoid (AR) adalah salah satu penyebab rematik yang sering diderita masyarakat. Rematik jenis ini terbilang ganas dan tidak bisa disembuhkan jika sudah telat diobati, namun ini masih bisa dikontrol.

    Sejauh ini tidak diketahui penyebab pasti dari AR, namun autoimun (kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel baik) adalah ciri utama penyakit ini. Tanda dan gejala dari rematik artritis rematoid ini seperti sakit sendi yang biasanya disertai dengan panas, kemerahan, nyeri, dan bengkak.

    AR dapat menyerang hampir semua sendi terutama pada sendi kecil di buku jari bawah dan pergelangan tangan, kaku sendi terutama di pagi hari dan menetap lebih dari enam minggu, serta kelelahan dan kesulitan melakukan aktivitas harian.

    Prof. Dr. dr. Handono Kalim, SpPD KR., Ketua Asosiasi Reumatologi Indonesia mengatakan, penderita AR umumnya telat datang ke dokter, sehingga penyakit tidak dapat disembuhkan. Namun, jika AR ditangani sedini mungkin, ini dapat menentukan tercapainya remisi atau kondisi di mana gejala tidak lagi muncul.

    “Pengobatan yang dilakukan kurang dari enam minggu sejak gejala awal muncul penting, karena imun masih bisa dikuasai. Kondisi pasien tidak akan memburuk dan pemulihan bisa mencapai 100 persen,” tuturnya kepada Okezone, di Jakarta, belum lama ini.

    AR dapat dikontrol dengan sejumlah terapi pengobatan. Tujuan pengobatan adalah meredakan gejala dan mencegah pemburukan penyakit atau kerusakan sendi yang permanen dan kecacatan.

    Beberapa jenis terapi farmakologik dan biologik dapat membantu menekan serangan sistem kekebalan tubuh pada sendi. Selain dengan pengobatan, manajemen gaya hidup sehat, fisioterapi, dan psikoterapi dapat membantu mempercepat remisi penyakit.

    “Nomor satu diobati harus seperti orang normal. Penderita nggak boleh tergantung orang lain, tujuan terapinya di situ. Tidak merokok, makan makanan yang sehat dan segar, dan menghindari zat pengawet, yang dicurigai menyebabkan autoimun,” tutupnya.


      Waktu sekarang Sat Apr 21, 2018 4:53 am