Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @spiritualz_ dan @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

» 4 Olahraga ekstrem ini bisa kamu lakukan di Indonesia
Thu Apr 12, 2018 11:55 am by kabaena

» HDD External New
Wed Apr 04, 2018 2:59 am by dodolan

» Libero dalam Voli
Tue Apr 03, 2018 2:43 pm by kabaena

» Pisang Goroho Digoreng 'Telanjang', Aduh Enaknya!
Sat Mar 17, 2018 12:45 pm by nic

» Menolak Hadiah Rp 399 Juta dari Easy Shopping
Mon Mar 12, 2018 10:12 am by vani

» Merancang perjalanan - Itinerary
Fri Mar 09, 2018 1:44 pm by vani

»  Startup ini Bangun Rumah Menggunakan Printer 3 Dimensi!
Sun Feb 25, 2018 2:52 pm by wulele_waru

» Agen Madu Hitam Pahit Premium Bandung Murah
Thu Feb 22, 2018 7:10 pm by riyadiyo

» Mengapa kelelawar tidur terbalik?
Mon Feb 19, 2018 10:05 am by ganz

Your Space

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Riset: Ketidakharmonisan Ibu dan Anak Perempuannya Bersifat Menurun

    Share
    avatar
    vani

    Jumlah posting : 347
    Join date : 24.09.11

    Riset: Ketidakharmonisan Ibu dan Anak Perempuannya Bersifat Menurun

    Post  vani on Mon Oct 06, 2014 10:07 am


    Memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan ibu kandung? Hati-hati, kondisi yang sama bisa terjadi terhadap Anda dengan anak sendiri. Hal tersebut diungkapkan sebuah survei terbaru yang menunjukkan bahwa bagian otak yang mengatur kedekatan ibu dengan anaknya telah terprogram di rahim dan bisa bersifat menurun. Dengan kata lain, jika seorang wanita tidak berhubungan baik dengan ibunya, dia kemungkinan besar akan kesusahan mengakrabkan diri dengan anaknya juga.

    Penelitian ini merupakan riset pertama yang menunjukkan bahwa ketidakharmonisan hubungan antara anak perempuan dengan ibu mereka bisa menurun. Riset yang dilansir oleh jurnal PLOS ONE ini dilakukan pada dua grup ibu dari Rumah Sakit Liverpool di Australia. Terbukti, mereka yang memiliki masalah dalam hal pengasuhan menunjukkan dengan jelas penunurunan oksitosin dibanding mereka yang memiliki hubungan akrab dengan ibunya saat kecil.

    Oksitosin sendiri dikenal sebagai 'hormon pelukan dan kepercayaan' yang diproduksi wanita selama mengandung, melahirkan, dan menyusui. Hormon ini akan menguatkan ikatan antara ibu dan bayi yang yang baru lahir sebagai aktivitas yang menyenangkan. Ikatan yang diterima si bayi ini bisa mempengaruhi kedekatan keduanya di hari yang akan datang.

    Saat ini, hasil penelitian tersebut sedang ditindaklanjuti oleh University of New South Wales Australia yang bekerjasama dengan South Western Sydney Local Health District and Karitane, sebuah lembaga yang bekerja pada anak dan orang tua dari lahir sampai usia lima tahun. Riset tersebut dirasa akan sangat membantu dalam mengidentifikasi risiko dan memutuskan siklus hubungan buruk yang terjadi pada ibu dan anak.

    "Apa yang kami lakukan adalah mengembangkan terapi berbasis keterikatan kognitif agar para ibu dapat memperbarui perspektif dan sikap mereka untuk memperbaiki masalah." ujar Professor Valsamma Eapen dari University of New South Wales yang membawahi psikiatri bayi, anak, dan remaja.


      Waktu sekarang Mon Apr 23, 2018 9:56 am