Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @spiritualz_ dan @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Your Space

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Kisah Inspiratif Keluarga Tanpa Lengan

    Share
    avatar
    lakambula

    Jumlah posting : 469
    Join date : 27.11.09
    Age : 32

    Kisah Inspiratif Keluarga Tanpa Lengan

    Post  lakambula on Sun Aug 03, 2014 2:57 pm


    Linda dan Timmy Bannon, terlahir tanpa lengan. (Daily Mail)

    Ketika wanita lain berjuang untuk cantik, Linda Bannon berbeda. Sehari-hari, ia masih harus berkutat dengan kesulitan untuk melakukan hal sepele seperti memasak dan menyisir rambut.

    Jelas saja, ia lahir tanpa kedua lengan. Wanita 35 tahun itu terkena sindrom langka Holt-Oram. Sindrom itu memengaruhi pertumbuhan tulang dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

    Namun, itu tak membuat Linda frustrasi. Beruntung, orangtuanya menerima. Linda dibesarkan secara normal. Ia pernah mendapatkan lengan palsu, namun keluarganya justru merasa tidak nyaman.

    Pada usia 12 tahun, lengan itu ditanggalkan. Linda kembali hidup tanpa lengan, dan belajar melakukan segala hal dengan kedua kakinya. Ia bisa menggunakan sendok-garpu, merias diri, bahkan menjahit.

    Linda menuturkan, ia memang menjadi olok-olok di sekolah. Namun, ia punya segelintir kawan dan keluarga yang terus mendukungnya. Setelah lulus, Linda menjadi guru untuk sebuah sekolah dasar.

    Ia kemudian bertemu suaminya, Richard, di sasana kebugaran saat berusia 24 tahun. Tahun 2004, mereka menikah dan memutuskan tidak menunda untuk memiliki momongan.

    Namun, masalah tidak berhenti menimpa Linda. Saat USG kehamilan, ia mendapati janinnya juga memiliki sindrom Holt-Oram. “Tapi kami benar-benar ingin memiliki sebuah keluarga,” ungkapnya.

    Saat buah hati yang diberinya nama Timmy lahir, ia harus lebih dahulu dirawat intensif selama dua bulan. Sebab, jantung Timmy diketahui bermasalah. Melalui operasi, ia dinyatakan sembuh.

    Sejak itu, Linda fokus menjadi ibu yang baik untuk putranya. Ia membuat Timmy menolak disebut cacat. Diajarkannya semua yang bisa ia lakukan dengan kaki, kepada anak semata wayangnya itu.

    Jadi Motivator
    Kini, Timmy telah berusia sembilan tahun. Ia seperti anak normal: bisa sikat gigi, berenang, bermain video game, bahkan mengikuti taekwondo. “Dia sangat positif dan membanggakan,” komentar Linda.

    Setelah Timmy, Linda berencana tidak menambah anak lagi karena tak tahan melihat mereka harus menderita dengan kondisi jantung bermasalah saat lahir. Ia memilih mendedikasikan diri jadi motivator.

    Linda ingin membantu orang lain dengan cacat serupa, agar bersemangat dalam hidup. “Meski cacat, Anda bisa hidup normal. Tak ada alasan bagi Timmy untuk tak punya istri. Selama dia bahagia, itu yang penting,” Linda menuturkan, seperti dikutip dari laman Daily Mail.


      Waktu sekarang Sat Jan 20, 2018 1:12 pm