Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @spiritualz_ dan @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Your Space

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Solusi Agar Anak Tak Trauma Dengar Suara Keras karena Sering Dibentak

    Share
    avatar
    vaipode

    Jumlah posting : 66
    Join date : 21.01.13

    Solusi Agar Anak Tak Trauma Dengar Suara Keras karena Sering Dibentak

    Post  vaipode on Thu Jul 24, 2014 3:50 am


    Wajar jika sesekali orang tua marah pada anak. Tetapi, ketika ayah, ibu, atau anggota keluarga lain terlalu sering membentak anak, bisa saja mereka jadi traume saat mendengar suara yang keras.

    Nah, untuk menangani trauma seperti itu, dikatakan psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi, M.Psi, penanganan pada anak perlu dilakukan pengamatan terlebih dulu utnuk menentukan terapi apa yang cocok diterapkan untuk kasus tersebut.

    "Kalau anak takut mendengar suara keras karena sering dibentak atau dimarahi, yang bisa dilakukan orang di sekitarnya yaitu menenangkannya terlebih dulu," kata Ratih saat berbincang dengan detikHealth.

    Setelah anak merasa tenang, baru orang tua bisa berusaha mendifinisikan apa yang dirasakan oleh anak hanya sebuah suara dan ia dalam kondisi baik-baik aja. Jika perlu, jangan segan untuk mengusap-usap punggung anak supaya ia lebih tenang.

    "Tapi kalau si anak masih panik jangan diapa-apain dulu, peluk aja baru kasih penjelasan bahwa apa yang dia dengar nggak seburuk atau semenyeramkan yang dirasakan si anak,' imbuh psikolog dari Klinik Tumbuh Kembang Kancil ini.

    Terkait risiko trauma yang ditimbulkan, Ratih menuturkan baik kekerasan verbal atau non verbal bisa berpotensi menimbulkan trauma pada anak. Meskipun keparahan trauma yang dirasakan tergantung dari frekuensi kekerasan yang dialami.

    "Meskipun umumnya kekerasan non verbal akan dibarengi dengan kekerasan verbal, misalnya memukul anak sambil memarahinya dan mengatakan bahwa si anak bandel," kata Ratih.


      Waktu sekarang Sat Nov 18, 2017 6:15 pm