Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @spiritualz_ dan @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

Your Space

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Gadis Cilik Pemberani, Sejak Bayi Hidup Bersama Anaconda dan Phyton

    Share
    avatar
    putri

    Jumlah posting : 238
    Join date : 19.01.12

    Gadis Cilik Pemberani, Sejak Bayi Hidup Bersama Anaconda dan Phyton

    Post  putri on Fri Feb 28, 2014 9:34 am


    Krista Guarino (Foto: Barcroft/Mirror)

    Jika balita lain asyik bermain dengan boneka, Krista Guarino malah lebih senang menghabiskan waktunya dengan reptil, antara lain anaconda dan phyton. Gadis cilik ini telah hidup bersama 30 jenis reptil sejak bayi.

    Di usianya yang baru 9 tahun, Krista Guarino sudah sangKrista Guarinoat lihai memegang ular. Betapa tidak, ia terbiasa makan, tidur, dan bermain dengan berbagai jenis reptil sejak bayi. Ia pertama kali memegang ular di usia 2 tahun, bahkan 'snake' adalah salah satu kata pertama yang bisa diucapkannya.

    Keluarga Krista hidup bersama 30 jenis reptil, antara lain beberapa jenis phyton dan anaconda. Gadis cilik pemberani ini mengaku pernah digigit beberapa kali oleh ular peliharaannya sendiri. Beruntung, tak ada ularnya yang berbisa dan Krista mengklaim gigitan tersebut bahkan tidak terasa sakit.

    "Saya tidak pernah takut ular. Saya tergila-gila dengan mereka," ujar Krista Guarino, seperti dikutip detikHealth dari Mirror.

    Krista, si sulung dari tiga bersaudara, pertama kali diperkenalkan pada hewan oleh sang ayah, Jamie (33), yang merupakan spesialis ular.

    "'Snake' (ular) adalah salah satu kata pertama yang bisa diucapkannya. Saya tahu sejak ia masih sangat kecil, dia sudah sangat suka dengan ular. Dia tidak seperti anak kecil lainnya, dia sama sekali tidak takut dengan ular. Dia hanya ingin mengambil dan bermain bersama ular," jelas ayahnya, yang tinggal di Warren, Michigan.

    Selama liburan musim panas, Krista juga membantu Jamie di tempat konservasi reptil lokal tanpa menunjukkan rasa takut. Ia memegang, melatih, dan bermain dengan berbagai macam ular yang bukan peliharaannya. Dia bahkan membantu memberi makan buaya. Tim ayah dan anak ini juga pernah menikmati akhir pekan dengan petualangan mencari ular derik, salah satu spesies yang paling berbahaya di dunia.

    Saat dewasa nanti, Krista yang pemberani berkeinginan membuka kebun binatang reptil sendiri karena ia ingin mengubah persepsi orang tentang ular.

    "Beberapa orang takut ular dan mereka ingin membunuh mereka, tapi saya pikir ular benar-benar keren dan menarik. Suatu hari saya ingin memiliki setiap jenis reptil di dunia," pungkasnya.

    Beberapa jenis ular memang tidak memiliki racun bisa, sehingga kerap kali dijadikan hewan peliharaan saat sudah jinak. Tapi masih banyak jenis ular berbisa seperti ular kobra, derik, taipan, krait biru, mamba hitam, yang sebaiknya tidak dijadikan peliharaan karena bisa mengancam nyawa si empunya.


      Waktu sekarang Fri Jan 19, 2018 5:56 am