Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @spiritualz_ dan @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Your Space

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Awas! Kebiasaan SMS Sambil Berjalan Pengaruhi Postur Tubuh

    Share
    avatar
    diana_syafitri

    Jumlah posting : 9
    Join date : 04.08.13

    Awas! Kebiasaan SMS Sambil Berjalan Pengaruhi Postur Tubuh

    Post  diana_syafitri on Tue Jan 28, 2014 8:16 am


    Meski sebagian orang punya kemampuan multitasking, para ahli tidak menganjurkan untuk beraktivitas sambil mengetik SMS (Short Message Service). Melakukannya sambil berjalan misalnya, bisa mengubah postur tubuh dan kesimbangan.

    Menurut sebuah penelitian di Australia, kebiasaan SMS sambil berjalan membuat postur tubuh seseorang lama-lama menjadi kaku seperti robot. Dampaknya, orang tersebut jadi mudah jatuh saat tersandung atau mengalami gangguan lain karena susah menjaga keseimbangan.

    Para peneliti menganjurkan untuk berhenti berjalan jika hendak mengetik ataupun sekadar membaca SMS. Di antara keduanya, kebiasaan mengetik SMS memberikan pengaruh lebih besar dibandingkan hanya membaca. Meski begitu, dua-duanya tidak dianjurkan.

    Dalam sebuah eksperimen, para peneliti mengamati pergerakan badan 26 relawan saat berjalan mengikuti sebuah lintasan lurus. Percobaan dilakukan 3 kali, yakni sambil mengetik SMS, sambil membaca SMS, dan tanpa melakukan apapun.

    Saat membaca maupun mengetik SMS, pergerakan para relawan tampak melambat. Arah jalan cenderung berbelok tanpa disadari, dan tentunya kepalanya akan menunduk untuk memandangi layar gadget. Peneliti mengatakan posturnya secara umum lebih tegang.

    "Kami melihat mereka berjalan dengan postur seperti robot. Mata ke layar, lengan terkunci, leher dan kepala menyatu, semuanya untuk menjaga pandangan tetap ke layar," kata seorang peneliti, Siobhan Schabrun dari University of Queensland seperti dikutip dari Dailymail.

    Postur seperti itu, menurut Siobhan membuat pergerakan antar segmen tubuh terbatas. Selain gerakannya jadi lebih lambat, juga tidak seimbang sehingga mudah terjatuh saat mengalami gangguan. Saat berada di keramaian lalu-lintas, kondisi ini sangat berbahaya.


      Waktu sekarang Thu Aug 24, 2017 7:12 am