Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @spiritualz_ dan @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Your Space

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Obat Herbal dari China ini Diklaim Dapat Cegah Diabetes Tipe 2

    Share
    avatar
    YustikaEndri

    Jumlah posting : 29
    Join date : 13.01.14

    Obat Herbal dari China ini Diklaim Dapat Cegah Diabetes Tipe 2

    Post  YustikaEndri on Sat Jan 18, 2014 2:24 pm


    Obat-obat herbal mulai dikembangkan untuk mencegah perkembangan penyakit diabetes. Selain Kolagit buatan Gita Adinda Nasution, rupanya di China juga ada obat herbal serupa untuk diabetes. Obat yang diberi nama Tianqi itu terbuat dari sepuluh campuran tanaman.

    Peneliti menemukan bahwa Tianqi dapat dapat mencegah perkembangan diabetes pada para penderita pradiabetes. Hasil penelitian mereka telah ditulis dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism (JCEM).

    Obat-obatan herbal tradisional China dapat mencegah terjadinya diabetes. Uji klinis menunjukkan bahwa keampuhan obat herbal dalam mengendalikan pradiabetes sebanding dengan obat resep. Demikian ungkap sebuah studi terbaru sebagaimana dilansir Daily Mail.

    Para peneliti mengatakan, temuan mereka menunjukkan bahwa obat-obat herbal tradisional dari China cukup menjanjikan dalam menghambat perkembangan pra-diabetes. Dengan demikian, pasien-pasien itu tidak berkembang penyakitnya menjadi diabetes.

    Pradiabetes terjadi saat level gula darah seseorang meningkat lebih dari normal, tetapi belum mencapai level gula darah penderita diabetes. Penderita pradiabetes berisiko tinggi terkena diabetes tipe dua, gangguan jantung, dan stroke.

    "Seiring dengan berkembangnya diabetes menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di seluruh dunia, sangat penting untuk mengambil langkah pembendungan agar kasus tidak meluap," ungkap salah satu penulis studi, Chun-Su Yuan, dari Universitas Chicago.

    "Pasien sering mengalami kesulitan dalam melakukan perubahan gaya hidup untuk mengontrol kadar gula darah. Obat-obatan saat ini memiliki keterbatasan dan memiliki efek samping yang dapat merugikan saluran pencernaan. Obat-obatan tradisional dari China menawarkan pilihan baru untuk mengatur kadar gula darah, baik digunakan sendiri, atau dikombinasikan dengan pengobatan lain."

    Selama percobaan, 189 orang di 11 lokasi penelitian di China diperintahkan untuk mengambil pil. Sebagain pil tersebut merupakan Tianqi dan sisanya adalah plasebo atau tipuan. Kemudian selama satu tahun mereka mengonsumsi obat tersebut, tiga kali sehari sebelum makan.

    Pada awal percobaan seluruh peserta mendapat pengajaran mengenai gaya hidup sehat. Selama masa percobaan peserta juga menjalani beberapa kali sesi konsultasi dengan ahli gizi. Kemudian kadar gula darah partisipan diukur setiap triwulan.

    Pada aklhir percobaan, 36 partisipan dari kelompok yang mendapat Tianqi dan 56 orang dari kelompok yang mendapat placebo dinyatakan diabetes. Perhitungan menunjukkan bahwa mengonsumsi Tianqi mengurangi resiko diabetes sebesar 32,1% dibanding dengan mereka yang mengonsumsi plasebo. Hasil perhitungan itu didapat setelah mempertimbangkan faktor penentu seperti jenis kelamin dan usia.

    Pengurangan risiko itu, menurut temuan studi, sebanding dengan obat-obat diabetes seperti acarbose dan metformin. Kelebihannya, partisipan penelitian melaporkan bawa Tianqi menyebabkan lebih sedikit efek samping.

    Tianqi terbuat dari beberapa tumbuhan yang telah terbukti dapat menurunkan kadar gula darah dan mempertahankan kadar glukosa darah setelah makan.

    "Beberapa uji klinis terkontrol telah menunjukkan efek pengobatan tradisional Cina pada diabetes, dan temuan studi kami menunjukkan pendekatan ini sangat berguna dalam memperlambat perkembangan penyakit itu (diabetes)," ungkap salah satu penulis studi, Xiaolin Tong, dokter dari Rumah Sakit Guang'anmen, Beijing, China.



      Waktu sekarang Sat May 27, 2017 4:44 am