Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Your Space

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Dokter Sebut Poligami Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Serviks

    Share
    avatar
    juanita_allen

    Jumlah posting : 32
    Join date : 21.01.13

    Dokter Sebut Poligami Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Serviks

    Post  juanita_allen on Tue Dec 24, 2013 11:33 am


    Semua wanita memang berisiko terkena kanker serviks, terutama yang sudah pernah berhubungan seksual. Namun menurut dokter, wanita dengan suami poligami atau banyak pasangan seks memiliki risiko lebih besar mengalaminya.

    Kanker serviks merupakan kanker yang disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus atau HPV. Virus ini bermacam-macam tipe, tetapi yang mempunyai potensi menimbulkan kanker serviks adalah sekitar 20 tipe dan diantara yang tersering dan berisiko tinggi adalah tipe 16 dan 18 (80 persen penyebab kanker serviks).

    Kanker serviks merupakan kanker yang dapat menular karena penyebabnya adalah virus dan paling banyak ditularkan melalui hubungan seksual. Kelamin pria bisa jadi pembawa dan sarana penularannya.

    "Poligami adalah salah satu faktor risiko kanker serviks," tutur dr Fitriyadi Kusuma, SpOG (K), konsultasi kanker kandungan dan staf pengajar FKUI di Divisi Onkologi Ginekologi Departemen Obstetri dan Ginekologi, dalam acara SOHO #BetterU: Hari Ibu, di Hotel Akmani, Jl Wahid Hasyim 91, Jakarta.

    Menurut dr Fitriyadi, pria bisa menjadi carrier (pembawa) HPV karena virus bisa menempel pada kelaminnya. Namun virus tersebut tidak terlalu berbahaya bagi pria, meski ada beberapa yang dapat menyebabkan kanker penis.

    Karena itu, pria dengan banyak pasangan seks atau poligami dapat memperbesar peluang penularan virus. Jika salah satu pasangannya menderita kanker serviks, maka ada kemungkinan pasangan yang lain juga tertular dengan perantara pria yang sama.

    "Tapi bukan berarti pasangan monogami tak berisiko, semua wanita berisiko. Karena itu, penting melakukan skrining tiap tahun minimal, IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) atau pap smear," tegas dr Fitriyadi.



      Waktu sekarang Fri Apr 28, 2017 12:54 am