Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @spiritualz_ dan @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

Your Space

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    5 Hal Konyol yang Bisa terjadi Saat Bercinta

    Share
    avatar
    tangkeno

    Jumlah posting : 102
    Join date : 05.01.13

    5 Hal Konyol yang Bisa terjadi Saat Bercinta

    Post  tangkeno on Thu Dec 05, 2013 3:30 am


    Orgasme, berciuman, dan berpelukan, memang sangat erat hubungannya dengan aktivitas bercinta. Namun, pada beberapa pasangan, ada beberapa hal konyol yang bisa terjadi ketika mereka tengah berhubungan initim.

    Tak jarang, hal-hal konyol itu justru membuat pasangan khawatir jikalau ada yang tak beres dengan masalah seksual mereka. Nah, ini dia beberapa hal konyol yang terjadi di ranjang ketika sedang bercinta, seperti dilansir Huffington Post.

    1. Tidak sengaja buang air kecil

    Menurut asisten profesor kebidanan dan ginekologi di Northwestern University Feinberg School of Medicine, Lauren Streicher, MD, sering ada sedikit cairan yang tersisa di kandung kemih setelah wanita buang air kecil. Nah, posisi bercinta tertentu seperti misionaris bisa memberi tekanan yang cukup besar di daerah kandung kemih.

    "Jika hal ini terjadi sekali-sekali dan tidak ada warna atau aroma yang aneh pada urine Anda, maka tak perlu khawatir. Tapi jika Anda sering mengalaminya, ini bisa jadi tanda inkontinensia (tidak mampu menahan rasa ingin buang air kecil). Tak ada salahnya Anda memperkuat otot panggul dengan senam kegel," papar Lauren.

    2. Tertawa atau menangis

    "Seks adalah sesuatu yang bersifat neurologis dan emosional. Dengan kata lain, melihat tubuh telanjang pasangan bisa memicu perasaan tak terduga," tutur Debby Herbenick, ilmuwan di Pusat Promosi Kesehatan Seksual di Indiana University sekaligus penulis buku 'Sex Made Easy'.

    Selain itu, menurut Debby, reaksi emosional juga bisa disebabkan oleh hormon terutama ketika wanita akan menghadapi menstruasi sehingga reaksinya, Anda bisa merasa ketakutan saat berhubungan intim. Namun, ia mengingatkan jika Anda dan pasangan tertawa atau tangis yang muncul sudah mencurigakan, tak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter atau terapis seks.

    3. Vagina kering walaupun belum menopause

    Menurut Streitcher, meski belum menopause dan sedang dalam keadaan bergairah, ada banyak faktor yang terlibat dalam pelumasan vagina secara alami. Hormon atau tidak lancarnya aliran darah bisa membuat vagina kering.

    "Sekitar lima persen wanita yang menggunakan kontrasepsi oral juga mengalami kekeringan vagina. Penyebab lain yang tidak berhubungan dengan usia misalnya antisthamin, menyusui, kemoterapi, proses bayi tabung, dan diabetes. Jika vagina mengalami kekeringan, sebaiknya gunakalanlah pelumas yang sudah pasti aman," jelas Streitcher.

    4. Vagina berdarah

    Streitcher mengatakan keluarnya darah pada vagina bisa terjadi ketika momen bercinta Anda terlalu 'berat' hingga menimbulkan iritasi atau gesekan.

    "Tapi itu jika jumlah darahnya sedikit. Kalau pendarahan itu sering terjadi dan darah yang keluar cukup banyak, sebaiknya Anda segera ke dokter karena pendarahan itu bisa saja berasal dari leher rahim atau karena infeksi seperti klamidia atau gonore," jelas Streitcher.

    5. Vagina berbau asam

    pH normal pada vagina, menurut Streitcher yaitu 3,5 - 4,5 yang menciptakan kondisi terbaik bagi bakteri baik untuk berkembang biak. Jika pH terlalu tinggi, maka bakteri baik akan mati dan justru yang tumbuh subur adalah bakteri jahat. Jika sudah seperti itu, maka bau vagina akan mengarah ke bau amis disertai infeksi bacterial vaginosis.

    "Mendekati masa menstruasi juga bisa meningkatkan tingkat pH di vagina. Namun, jika Anda terlalu sering berhubungan seks, semen juga bisa membuat vagina jadi terlalu asam sebab pH pada semen normalnya yaitu 7,4," papar Steritcher.

    Maka dari itu, terkadang Streitcher meresepkan obat untuk menjaga kadar keseimbangan di dalam vagina. Jika vagina Anda berbau seperti pemutih, Streitcher mengatakan bahwa itu hanyalah air mani.



      Waktu sekarang Fri Jan 19, 2018 6:02 am