Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @spiritualz_ dan @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

» 4 Olahraga ekstrem ini bisa kamu lakukan di Indonesia
Thu Apr 12, 2018 11:55 am by kabaena

» HDD External New
Wed Apr 04, 2018 2:59 am by dodolan

» Libero dalam Voli
Tue Apr 03, 2018 2:43 pm by kabaena

» Pisang Goroho Digoreng 'Telanjang', Aduh Enaknya!
Sat Mar 17, 2018 12:45 pm by nic

» Menolak Hadiah Rp 399 Juta dari Easy Shopping
Mon Mar 12, 2018 10:12 am by vani

» Merancang perjalanan - Itinerary
Fri Mar 09, 2018 1:44 pm by vani

»  Startup ini Bangun Rumah Menggunakan Printer 3 Dimensi!
Sun Feb 25, 2018 2:52 pm by wulele_waru

» Agen Madu Hitam Pahit Premium Bandung Murah
Thu Feb 22, 2018 7:10 pm by riyadiyo

» Mengapa kelelawar tidur terbalik?
Mon Feb 19, 2018 10:05 am by ganz

Your Space

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Kenali Faktor Risiko dan Gejala Kanker Usus di Sini

    Share
    avatar
    tangkeno

    Jumlah posting : 102
    Join date : 05.01.13

    Kenali Faktor Risiko dan Gejala Kanker Usus di Sini

    Post  tangkeno on Sat Apr 06, 2013 10:18 am


    Steak, burger, bebek panggang, pizza dan berbagai makanan kaya lemak lainnya tentu nikmat. Tapi tahukah Anda makan makanan tersebut tanpa disertai makanan berserat dan diimbangi olahraga bisa memicu kanker kolorektal alias kanker usus.

    Terpicunya pertumbuhan polip dapat berkembang menjadi kanker pada usus. Kanker kolorektal sampai saat ini merupakan salah satu kanker yang paling mematikan. Untuk itu, yuk kenali faktor risiko dan gejalanya.

    Menurut DR dr Aru W. Sudoyo, SpPD-KHOM, FACP sampai saat ini memang belum diketahui jelas penyebab pasti kanker ini. "Namun terdapat beberapa faktor yang dapat menimbulkan risiko adalah genetik, usia, pola makan yang tidak sehat, jarang melakukan aktivitas fisik, diabetes, obesitas, serta konsumsi alkohol juga rokok," terang dr Aru.

    Hal itu disampaikan dia dalam acara Roche Media Health Forum dengan tema 'Tepat Sasaran Pada Kanker Kolorektal' yang bertempat di Resto Shabu-Shabu IMAE, lt 5 Pacific Place Mall SCBD, Jl Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta.

    Menurut dr Aru, kanker ini biasanya akan menunjukkan gejala-gejala yang berhubungan dengan saluran cerna. Berikut beberapa gejalanya:

    1. Perubahan kebiasaan buang air besar meliputi frekuensi dan konsistensi buang air besar yang tidak jelas berlangsung lebih dari 6 minggu.
    2. Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
    3. Perdarahan pada usus besar. Hal ini ditandai dengan ditemukannya darah pada feses saat buang air besar
    4. Rasa sakit di perut atau bagian belakang
    5. Perut masih terasa penuh meskipun sudah buang air besar
    6. Rasa lemah atau kelelahan

    Nah, jika Anda memiliki gejala tersebut segera lakukan deteksi dini dan skrining. Terdapat beberapa pilihan yang ditawarkan untuk mendiagnosa. Misalnya saja pemeriksaan melalui rectum (colok dubur), barium enema (Dengan cara memasukkan selang kecil ke dalam rektum dan memasukkan cairan barium ke usus besar. Biasanya sebelum melakukan hal ini Anda akan diminta untuk berpuasa beberapa jam).

    Ultrasound (USG), yaitu pemeriksaan dengan gelombang suara untuk mengambil gambar dibagian dalam tubuh serta virtual Colonoscopy/CT Colonography juga dapat menjadi pilihan. Namun, kolonoskopi virtual adalah teknik baru yang masih belum jelas akurasinya.






      Waktu sekarang Wed Apr 25, 2018 4:57 pm