Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @spiritualz_ dan @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

» 4 Olahraga ekstrem ini bisa kamu lakukan di Indonesia
Thu Apr 12, 2018 11:55 am by kabaena

» HDD External New
Wed Apr 04, 2018 2:59 am by dodolan

» Libero dalam Voli
Tue Apr 03, 2018 2:43 pm by kabaena

» Pisang Goroho Digoreng 'Telanjang', Aduh Enaknya!
Sat Mar 17, 2018 12:45 pm by nic

» Menolak Hadiah Rp 399 Juta dari Easy Shopping
Mon Mar 12, 2018 10:12 am by vani

» Merancang perjalanan - Itinerary
Fri Mar 09, 2018 1:44 pm by vani

»  Startup ini Bangun Rumah Menggunakan Printer 3 Dimensi!
Sun Feb 25, 2018 2:52 pm by wulele_waru

» Agen Madu Hitam Pahit Premium Bandung Murah
Thu Feb 22, 2018 7:10 pm by riyadiyo

» Mengapa kelelawar tidur terbalik?
Mon Feb 19, 2018 10:05 am by ganz

Your Space

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Sakitnya Putus Cinta

    Share
    avatar
    putri

    Jumlah posting : 238
    Join date : 19.01.12

    Sakitnya Putus Cinta

    Post  putri on Tue Jan 15, 2013 6:58 pm


    Putus cinta atau cinta bertepuk sebelah tangan memang menyakitkan. Tak hanya orang yang mau mengalaminya.

    Ditinggal orang yang disayangi membuat perasaan terluka, sehingga mengalami depresi. Itulah mengapa move on diperlu supaya tak larut dalam kesedihan.

    Pasalnya, putus cinta dan memperburuk kualitas kesehatan karena masalah yang dialami beberapa bagian tubuh, seperti dilansir dari ABCNews.

    Hormon tubuh. Patah hati menyebabkan tubuh memproduksi hormon stres kortisol dan adrenalin, yang memicu stres tubuh. Peningkatan hormon kortisol juga meningkatkan tekanan darah.

    Otak. Orang yang patah hati tak hanya mengalami sakit hati, tetapi juga fisik. Insiden traumatik malah mempengaruhi dua bagian otak, yaitu korteks somatosensori sekunder dan insula posterior dorsal. Aktifnya kedua bagian otak ini menyebabkan rasa sakit, nyeri atau pegal pada tubuh.

    Sistem imun. Tingginya hormon kortisol juga menyebabkan melemahnya sistem imun imun, sehingga seseorang lebih mudah sakit dan kelelahan.

    Perut. Saraf yang mengalami tekanan atau stres akan mengirimkan sinyal pada sistem pencernaan. Stres juga dapat merangsang naiknya asam lambung, sehingga menimbulkan rasa sakit. Bahkan, kata 'putus' juga membuat seseorang tidak nafsu makan karena otak mengirimkan sinyal untuk merasa kenyang.



      Waktu sekarang Wed Apr 25, 2018 4:55 pm