Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

» HAMMER OF THOR | OBAT KUAT PEMBESAR PENIS | PIN BBM D3BF2124
Fri Nov 25, 2016 1:51 am by kiosonlineshop

» rahasia kuat diranjang
Fri Nov 25, 2016 1:45 am by kiosonlineshop

» CARA CEPAT MENGHILANGKAN TATO PERMANEN PADA TUBUH
Fri Nov 25, 2016 1:44 am by kiosonlineshop

» tips cepat untuk memutihkan kulit badan
Fri Nov 25, 2016 1:43 am by kiosonlineshop

» HDD External New
Tue Nov 22, 2016 4:46 pm by dodolan

» Jejak Sejarah Kerajaan Kotu’a
Sun Nov 13, 2016 11:22 pm by ganz

» Danau Berubah Warna, Keajaiban Alam dari Tomohon
Sat Nov 12, 2016 2:16 pm by kambose

» Tuhan dan Polisi
Sun Nov 06, 2016 10:12 pm by kambose

» Suku Kaili - Sulawesi Tengah
Sat Nov 05, 2016 5:01 pm by vani

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Protein Ini Bisa Jadi Kunci Terapi Baru Atasi Obesitas

    Share

    fla

    Jumlah posting : 843
    Join date : 01.12.09

    Protein Ini Bisa Jadi Kunci Terapi Baru Atasi Obesitas

    Post  fla on Wed Jan 09, 2013 11:07 am


    Sudah diet dan olahraga mati-matian tapi berat badan tak kunjung turun? Bisa jadi masalahnya bukan di metode yang Anda gunakan tapi struktur tubuh Anda sendiri. Baru-baru ini sekelompok peneliti menemukan sebuah protein yang dapat dijadikan sarana untuk membantu orang-orang mengatasi masalah kelebihan berat badan yang dialaminya.

    "Dalam banyak kasus, obesitas itu disebabkan oleh faktor yang lebih dari sekedar makan berlebihan dan kurang berolahraga. Misal ada sesuatu yang rusak di dalam tubuh sehingga tubuh menyimpan lebih banyak lemak dan membakar energi lebih sedikit," ungkap salah satu peneliti dari Sanford-Burnham Medical Research Institute.

    Peneliti percaya penyebabnya adalah sebuah protein yang disebut dengan ps62. Ketika protein ps62 ini hilang dari jaringan lemak, keseimbangan metabolik dari sistem tubuh seseorang akan berubah sehingga menyebabkan terhambatnya produksi brown adipose tissue (BAT) yang 'baik', sekaligus mendukung munculnya white adipose tissue (WAT) yang 'buruk'.

    "Tanpa ps62, Anda akan membuat banyak lemak tapi tak bisa membakar banyak energi, bahkan tubuh merasa perlu menyimpan banyak energi," tandas Dr. Jorge Moscat dari Sanford-Burnham Medical Research Institute.

    Yang membuat Moscat rekan-rekannya dari German Research Center for Environmental Health dan University of Cincinnati semakin yakin dengan temuan mereka adalah partisipan yang tidak memiliki protein ps62 di dalam tubuhnya memiliki karakteristik obesitas, menderita diabetes, mengeluarkan energi lebih sedikit atau terlihat lemah serta mengidap sindrom metabolik.

    "Sejumlah peneliti percaya bahwa obesitas dipengaruhi oleh kerusakan pada jaringan otot, hati atau kesalahan pada pusat pengendalian selera makan yang ada di dalam otak. Tapi kemudian ditemukan adanya lemak putih dan lemak coklat sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi risiko obesitas. Lemak putih adalah lemak tubuh yang tidak diinginkan, sedangkan lemak coklat adalah lemak bermanfaat karena dapat membakar kalori," terang peneliti seperti dilansir redorbit.

    Untuk membuktikannya, Moscat dan rekan-rekannya mencoba mencari tahu jaringan mana yang khusus bertanggung jawab terhadap obesitas dengan menciptakan beberapa tikus model yang 'dihilangkan' protein ps62-nya dari sejumlah sistem organ spesifik seperti sistem saraf pusat, hati atau otot. Namun ternyata tikusnya tetap normal dan tak mengalami obesitas.

    Sebaliknya ketika peneliti menciptakan tikus model yang kekurangan protein ps62 di dalam jaringan lemaknya, tikusnya menjadi obesitas. Lalu setelah dianalisis terungkap bahwa protein ps62 menghambat sebuah enzim (ERK yang lebih aktif di dalam lemak putih) sembari memicu enzim ps38 yang tak begitu aktif di dalam lemak coklat. Dari situ peneliti semakin yakin bahwa protein ps62 mengatur proses metabolisme lemak secara normal.

    Menurut Moscat, temuan tentang peran protein ps62 di dalam lemak coklat ini dapat dimanfaatkan potensinya dalam terapi pencegahan atau pengobatan obesitas karena jaringan lemak jauh lebih mudah diakses ketimbang bagian tubuh lainnya, mengingat obesitas telah menjadi epidemi di AS.

    "Terapi obat-obatan ini dapat dirancang untuk meminimalisir asupan makanan sekaligus menghasilkan efek samping yang cukup besar," pungkasnya.






      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 10:42 pm