Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

» Cara Mengatasi Alergi Seafood
Thu Dec 08, 2016 4:50 pm by kabaena

» HAMMER OF THOR | OBAT KUAT PEMBESAR PENIS | PIN BBM D3BF2124
Fri Nov 25, 2016 1:51 am by kiosonlineshop

» rahasia kuat diranjang
Fri Nov 25, 2016 1:45 am by kiosonlineshop

» CARA CEPAT MENGHILANGKAN TATO PERMANEN PADA TUBUH
Fri Nov 25, 2016 1:44 am by kiosonlineshop

» tips cepat untuk memutihkan kulit badan
Fri Nov 25, 2016 1:43 am by kiosonlineshop

» HDD External New
Tue Nov 22, 2016 4:46 pm by dodolan

» Jejak Sejarah Kerajaan Kotu’a
Sun Nov 13, 2016 11:22 pm by ganz

» Danau Berubah Warna, Keajaiban Alam dari Tomohon
Sat Nov 12, 2016 2:16 pm by kambose

» Tuhan dan Polisi
Sun Nov 06, 2016 10:12 pm by kambose

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Dampak Buruk Terlalu Sering Curhat Masalah Cinta dengan Sahabat

    Share

    vani

    Jumlah posting : 332
    Join date : 24.09.11

    Dampak Buruk Terlalu Sering Curhat Masalah Cinta dengan Sahabat

    Post  vani on Thu Nov 01, 2012 9:54 am


    Mencurahkan isi hati kepada teman atau saat mengalami masalah dalam hubungan asmara memang bisa membuat hati merasa lebih baik. Seolah beban sedikit terangkat dan lega. Tapi curhat dengan teman juga perlu dibatasi. Ketika terlalu banyak dan sering mengumbar permasalahan cinta, bukan penyelesaian yang akan didapat melainkan masalah baru.

    Boleh saja meminta teman mencarikan solusi atau sekadar mendengarkan persoalan asmara Anda. Tapi bukan berarti semuanya bisa Anda beberkan secara detail. Ini beberapa kerugian yang akan menimpa Anda, seperti dikutip dari iDiva.

    1. Ketenangan Semu
    Ketika Anda berbagi kekhawatiran dengan sahabat, Anda akan cenderung merasa dekat dan ikatan intim ini membangun rasa percaya diri.

    Hal ini terjadi karena ketika wanita membicarakan sebuah masalah, tubuh akan memicu reaksi kimia di otak yang reaksinya mirip dengan efek mengonsumsi heroin sampai 'melayang'. Perasaan menjadi lebih baik ketika kita mendapatkan dukungan dari orang lain.

    Menuangkan isi hati ketika tertekan kepada sahabat mungkin tampak seperti hal yang wajar untuk dilakukan. Tetapi ini bukanlah cara yang paling bijak, karena efek nyaman yang berlebihan ini akan membuat Anda untuk terus bercerita dan membongkar segala sesuatunya tentang diri Anda. Hal ini belum tentu ingin didengar oleh sahabat Anda.

    2. Masalah Jadi Lebih Besar
    Menurut penelitian terbaru yang dilakukan oleh University of Missouri, kecenderungan wanita curhat secara berlebihan dan terus-menerus, akan membuat masalah mereka membesar. Hal ini disebabkan karena rasa khawatir membuat mereka terjebak dalam pikiran negatif, yang kemudian menjadi rasa panik, depresi dan stres. Terlebih lagi, dalam kasus-kasus tertentu, hal ini berubah menjadi kecemasan emosional yang tidak sehat.

    3. Merasa Lebih Cemas
    Saat seorang wanita membicarakan masalah mereka, sulit untuk menempatkan dua sudut pandang masalah secara bersamaan. Efek jeleknya adalah Anda bisa membuat sahabat menjadi tidak nyaman.

    Ketika Anda berbicara tentang masalah, ada kecenderungan menganalisa situasi secara berlebihan dan meminta teman-teman yang berbeda memberikan saran untuk masalah yang sama, yang sewaktu-waktu bisa membuat Anda merasa lebih cemas. Saran dari satu teman tidak akan pernah memuaskan Anda dan anda terus-menerus meminta saran lebih banyak. Selama proses inilah, Anda akan selalu berbicara tentang masalah tersebut.

    4. Depresi yang Menular
    Fenomena ini sangat umum di antara wanita, psikolog menyebutnya 'penularan emosi perilaku' atau 'kecemasan menular', dimana pikiran-pikiran negatif seseorang dapat mempengaruhi suasana hati orang lain. Percaya atau tidak, penelitian telah menunjukkan bahwa orang-orang yang terus-menerus berhubungan dengan orang lain yang menderita depresi, cenderung ikut menjadi depresi.




      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 6:16 am