Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @spiritualz_ dan @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

» 4 Olahraga ekstrem ini bisa kamu lakukan di Indonesia
Thu Apr 12, 2018 11:55 am by kabaena

» HDD External New
Wed Apr 04, 2018 2:59 am by dodolan

» Libero dalam Voli
Tue Apr 03, 2018 2:43 pm by kabaena

» Pisang Goroho Digoreng 'Telanjang', Aduh Enaknya!
Sat Mar 17, 2018 12:45 pm by nic

» Menolak Hadiah Rp 399 Juta dari Easy Shopping
Mon Mar 12, 2018 10:12 am by vani

» Merancang perjalanan - Itinerary
Fri Mar 09, 2018 1:44 pm by vani

»  Startup ini Bangun Rumah Menggunakan Printer 3 Dimensi!
Sun Feb 25, 2018 2:52 pm by wulele_waru

» Agen Madu Hitam Pahit Premium Bandung Murah
Thu Feb 22, 2018 7:10 pm by riyadiyo

» Mengapa kelelawar tidur terbalik?
Mon Feb 19, 2018 10:05 am by ganz

Your Space

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Pengobatan Herbal untuk Kanker Hanya Pelengkap, Bukan Alternatif

    Share
    avatar
    wulele_waru

    Jumlah posting : 190
    Join date : 31.01.12

    Pengobatan Herbal untuk Kanker Hanya Pelengkap, Bukan Alternatif

    Post  wulele_waru on Mon Oct 29, 2012 2:33 am


    Tak sedikit orang yang didiagnosis kanker meninggalkan pengobatan medisnya karena lebih memilih obat herbal. Tapi sebenarnya pengobatan herbal untuk kanker ini hanya sebagai pelengkap saja, sehingga seharusnya tidak meninggalkan pengobatan utamanya.

    "Kalau kita lihat, herbal sebagai penunjang komplementer, jadi digunakan bersama dan bukan meninggalkan salah satunya atau pengobatan medisnya," ujar Dr dr Aru Sudoyo, SpPD-KHOM, FACP dalam acara PinkShimmerinc, 7 Wanita Melawan Kanker, di Plaza Senayan.

    Dr Aru mengungkapkan seringkali ada pasien yang datang ke dokter pada stadium 2 lalu menghilang dan tiba-tiba datang lagi sudah stadium 4, yang mana sudah tidak bisa dioperasi lagi. Karena itu pasien tersebut diberikan pengobatan untuk 'memperpanjang hidup' saja.

    "Ikatan Dokter Indonesia sudah menyatakan resmi, silakan gunakan herbal sebagai komplementer, tapi untuk alternatif jangan, jadi tanpa meninggalkan pengobatan medisnya," imbaunya.

    Pernyataan ini juga diamini oleh Dr dr Samuel J Haryono, SpB(K)Onk bahwa pengobatan herbal atau alternatif ini adalah komplementer, yaitu sebagai penambah dari apa yang sudah ada.

    "Kita negara yang memiliki pilihan kebebasan pengobatan, tapi herbal tidak bisa jadi alternatif pilihan kalau pasien tidak mau dioperasi atau melakukan kemoterapi," ujar Dr Samuel.

    Dr Samuel menuturkan rekomendasi terbaik untuk obat herbal ini adalah sebagai teman atau pelengkap saja. Jika pasien memang harus dikemoterapi, berarti memang itu pengobatan yang tepat.

    Khasiat dari pengobatan herbal ini masih lemah karena belum diambil ekstrak kimianya, jadi hanya menunjang kualitas hidup atau memperbaiki. Selain itu jika ingin menggunakan obat herbal sebaiknya hati-hati karena ada beberapa yang menambahkan obat kimia dalam dosis kecil pada obat herbal.

    "Saya lebih senang kalau pasien jujur (jika menggunakan obat herbal), kalau konsumsi daun sirsak ya silakan. Karena pengobatan herbal ini bukan untuk mengobati kanker secara sendiri," ujar Dr Aru.



      Waktu sekarang Wed Apr 25, 2018 8:57 am