Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @spiritualz_ dan @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

» 4 Olahraga ekstrem ini bisa kamu lakukan di Indonesia
Thu Apr 12, 2018 11:55 am by kabaena

» HDD External New
Wed Apr 04, 2018 2:59 am by dodolan

» Libero dalam Voli
Tue Apr 03, 2018 2:43 pm by kabaena

» Pisang Goroho Digoreng 'Telanjang', Aduh Enaknya!
Sat Mar 17, 2018 12:45 pm by nic

» Menolak Hadiah Rp 399 Juta dari Easy Shopping
Mon Mar 12, 2018 10:12 am by vani

» Merancang perjalanan - Itinerary
Fri Mar 09, 2018 1:44 pm by vani

»  Startup ini Bangun Rumah Menggunakan Printer 3 Dimensi!
Sun Feb 25, 2018 2:52 pm by wulele_waru

» Agen Madu Hitam Pahit Premium Bandung Murah
Thu Feb 22, 2018 7:10 pm by riyadiyo

» Mengapa kelelawar tidur terbalik?
Mon Feb 19, 2018 10:05 am by ganz

Your Space

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Posesif Tidak Selalu Negatif, Ini Dia Manfaatnya

    Share
    avatar
    vani

    Jumlah posting : 347
    Join date : 24.09.11

    Posesif Tidak Selalu Negatif, Ini Dia Manfaatnya

    Post  vani on Thu Oct 11, 2012 10:20 am


    Banyak orang mengeluhkan sifat pasangannya yang kelewat posesif sehingga jengah akan hubungan yang dijalani. Emosi dan kekecewaan dari kedua belah pihak terus terjadi sehingga kegalauan untuk meneruskan hubungan atau tidak, berkecamuk di benak masing-masing.

    Lantas, mengapa posesif bisa menjadi sesuatu hal yang begitu negatif? Adakah win-win solution untuk menjadikan sifat posesif pasangan menjadi hal yang positif dan menguntungkan hubungan? Ini penuturan Psikolog Zoya Amirin.

    "Posesif itu konotasinya negatif. Yang paling pas adalah kadar rasa memiliki yang ideal," ujarnya. Rutinitas kecil seperti menanyakan kabar secara berkala, jangan diartikan negatif, namun anggaplah hal tersebut sebagai rasa kekhawatiran apakah kita baik-baik saja oleh pasangan.

    Rasa perhatian dan sayang ini justru jarang ditemui bagi pasangan yang sudah lama bersama. Begitupula dengan ucapan selamat pagi ataupun tidur di waktu malam. Kedua ucapan yang serupa dengan menanyakan 'sudah makan belum' juga jangan pernah diremehkan kekuatannya menurut Zoya.

    "Ritual kecil menanyakan hal yang terkesan sepele ini justru menjadi pondasi kuat hubungan lho!" jelasnya optimis. Ia bahkan banyak melihat kasus pasangan menikah yang retak hubungannya karena mereka tak lagi melakukan hal-hal kecil yang dilakukan semasa pacaran ini kepada pasangannya pasca menikah lama.

    Satu hal yang pasti, rasa memiliki yang kuat satu sama lain tersirat dari tatapan mata. "Saat hubungan seks terjadi dengan suami/istri, banyak yang melupakan tatapan mata, tak hanya itu, meminta uang belanja saja tidak menatap mata suami, hal ini jangan dianggap remah," ujar Zoya menambahkan.

    Kembali pada hal-hal yang dianggap sebagai posesif, seperti gestur kecil juga kuat efeknya. Misalnya pasangan yang menuntut untuk cium tangan saat berpisah satu sama lain, atau selalu mengabari saat berganti aktivitas dan berpindah tempat bukanlah hal yang selalu negatif.

    Dengan adanya update perkembangan tentang keadaan diri, pasangan akan merasa lebih tenang. Hal ini membantunya untuk tetap fokus pada pekerjaannya dan memudahkan untuk saling mengapresiasi usaha yang dilakukan untuk tetap bersama dan menguatkan rasa kasih sayang.



      Waktu sekarang Wed Apr 25, 2018 4:54 pm