Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

» Cara Mengatasi Alergi Seafood
Thu Dec 08, 2016 4:50 pm by kabaena

» HAMMER OF THOR | OBAT KUAT PEMBESAR PENIS | PIN BBM D3BF2124
Fri Nov 25, 2016 1:51 am by kiosonlineshop

» rahasia kuat diranjang
Fri Nov 25, 2016 1:45 am by kiosonlineshop

» CARA CEPAT MENGHILANGKAN TATO PERMANEN PADA TUBUH
Fri Nov 25, 2016 1:44 am by kiosonlineshop

» tips cepat untuk memutihkan kulit badan
Fri Nov 25, 2016 1:43 am by kiosonlineshop

» HDD External New
Tue Nov 22, 2016 4:46 pm by dodolan

» Jejak Sejarah Kerajaan Kotu’a
Sun Nov 13, 2016 11:22 pm by ganz

» Danau Berubah Warna, Keajaiban Alam dari Tomohon
Sat Nov 12, 2016 2:16 pm by kambose

» Tuhan dan Polisi
Sun Nov 06, 2016 10:12 pm by kambose

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Posesif Tidak Selalu Negatif, Ini Dia Manfaatnya

    Share

    vani

    Jumlah posting : 332
    Join date : 24.09.11

    Posesif Tidak Selalu Negatif, Ini Dia Manfaatnya

    Post  vani on Thu Oct 11, 2012 10:20 am


    Banyak orang mengeluhkan sifat pasangannya yang kelewat posesif sehingga jengah akan hubungan yang dijalani. Emosi dan kekecewaan dari kedua belah pihak terus terjadi sehingga kegalauan untuk meneruskan hubungan atau tidak, berkecamuk di benak masing-masing.

    Lantas, mengapa posesif bisa menjadi sesuatu hal yang begitu negatif? Adakah win-win solution untuk menjadikan sifat posesif pasangan menjadi hal yang positif dan menguntungkan hubungan? Ini penuturan Psikolog Zoya Amirin.

    "Posesif itu konotasinya negatif. Yang paling pas adalah kadar rasa memiliki yang ideal," ujarnya. Rutinitas kecil seperti menanyakan kabar secara berkala, jangan diartikan negatif, namun anggaplah hal tersebut sebagai rasa kekhawatiran apakah kita baik-baik saja oleh pasangan.

    Rasa perhatian dan sayang ini justru jarang ditemui bagi pasangan yang sudah lama bersama. Begitupula dengan ucapan selamat pagi ataupun tidur di waktu malam. Kedua ucapan yang serupa dengan menanyakan 'sudah makan belum' juga jangan pernah diremehkan kekuatannya menurut Zoya.

    "Ritual kecil menanyakan hal yang terkesan sepele ini justru menjadi pondasi kuat hubungan lho!" jelasnya optimis. Ia bahkan banyak melihat kasus pasangan menikah yang retak hubungannya karena mereka tak lagi melakukan hal-hal kecil yang dilakukan semasa pacaran ini kepada pasangannya pasca menikah lama.

    Satu hal yang pasti, rasa memiliki yang kuat satu sama lain tersirat dari tatapan mata. "Saat hubungan seks terjadi dengan suami/istri, banyak yang melupakan tatapan mata, tak hanya itu, meminta uang belanja saja tidak menatap mata suami, hal ini jangan dianggap remah," ujar Zoya menambahkan.

    Kembali pada hal-hal yang dianggap sebagai posesif, seperti gestur kecil juga kuat efeknya. Misalnya pasangan yang menuntut untuk cium tangan saat berpisah satu sama lain, atau selalu mengabari saat berganti aktivitas dan berpindah tempat bukanlah hal yang selalu negatif.

    Dengan adanya update perkembangan tentang keadaan diri, pasangan akan merasa lebih tenang. Hal ini membantunya untuk tetap fokus pada pekerjaannya dan memudahkan untuk saling mengapresiasi usaha yang dilakukan untuk tetap bersama dan menguatkan rasa kasih sayang.



      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 10:39 pm