Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Your Space

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Remaja Perokok Pembuluh Darahnya Lebih Cepat Rusak

    Share
    avatar
    tulanggadi

    Jumlah posting : 684
    Join date : 07.07.11

    Remaja Perokok Pembuluh Darahnya Lebih Cepat Rusak

    Post  tulanggadi on Mon Aug 27, 2012 2:15 am



    Rokok sudah sejak lama diketahui berakibat buruk bagi kesehatan, mulai dari impotensi, cacat janin hingga penyakit jantung dan paru-paru. Meskipun demikian, jumlah perokok di Indonesia terus meningkat, terutama di kalangan remaja dan pelajar. Padahal pada remaja, merokok dapat mempercepat kerusakan pembuluh darah.

    Kerusakan pembuluh darah ini disebut aterosklerosis, yaitu terjadinya pengerasan dan penyempitan pembuluh darah yang berisiko memicu stroke, serangan jantung dan hipertensi. Setelah menjadi perokok aktif, struktur pembuluh darah arteri dengan singkat mengalami perubahan bentuk.

    Dalam pertemuan European Society of Cardiology di Munich, Jerman, peneliti membeberkan temuannya bahwa penyempitan arteri sudah terdeteksi pada perokok muda berusia 8 - 20 tahun. Asap tembakau menyebabkan ketebalan pembuluh darah bertambah 0,043 milimeter dibandingkan remaja yang bukan perokok.

    "Temuan ini tetap konsisten setelah menyesuaikan faktor orangtua perokok. Artinya, risiko ini tidak dipengaruhi oleh riwayat merokok dan penyakit orangtua. Semakin sering merokok, semakin besar penyempitan arteri dan penebalan pembuluh darah yang terjadi pada remaja," kata peneliti, Julia Dratva dari Swiss Tropical and Public Health Institute seperti dilansir Science Daily.

    Temuan dr Dratva ini didasarkan pada penelitian di Swiss bernama Study on Air Pollution And Lung and Heart Disease In Adults (SAPALDIA). Dalam penelitian yang difokuskan terhadap remaja, peneliti menyelidiki risiko penyakit jantung dan pembuluh darah terhadap 351 orang anak peserta SAPALDIA yang berusia 8 -20 tahun.

    Sebanyak 288 anak menjalani pemeriksaan klinis standar seperti antropometri, tekanan darah, USG CIMT serta tes darah untuk mengetahui risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Peserta melaporkan aktivitas fisiknya, kebiasaan merokok dan paparan asap rokok. Rata-rata remaja dalam penelitian telah merokok selama 2,3 tahun sampai 4,3 tahun.

    Sebanyak 11% peserta dengan rata-rata usia 15 tahun adalah perokok aktif harian dan 53% di antaranya adalah wanita. Sebanyak 31% peserta terpapar asap rokok hingga 10 tahun. Sampai saat ini, sebanyak 25% peserta masih terpapar asap rokok dari orangtuanya.

    Sebanyak 3% remaja dalam penelitian mengalami obesitas dan 13% kelebihan berat badan. Sebanyak 60% peserta mengaku jarang melakukan aktivitas berat atau berolahraga. Pada 22% peserta ditemukan riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah pada orangtua atau faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.



      Waktu sekarang Wed Apr 26, 2017 12:20 am