Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

» HAMMER OF THOR | OBAT KUAT PEMBESAR PENIS | PIN BBM D3BF2124
Fri Nov 25, 2016 1:51 am by kiosonlineshop

» rahasia kuat diranjang
Fri Nov 25, 2016 1:45 am by kiosonlineshop

» CARA CEPAT MENGHILANGKAN TATO PERMANEN PADA TUBUH
Fri Nov 25, 2016 1:44 am by kiosonlineshop

» tips cepat untuk memutihkan kulit badan
Fri Nov 25, 2016 1:43 am by kiosonlineshop

» HDD External New
Tue Nov 22, 2016 4:46 pm by dodolan

» Jejak Sejarah Kerajaan Kotu’a
Sun Nov 13, 2016 11:22 pm by ganz

» Danau Berubah Warna, Keajaiban Alam dari Tomohon
Sat Nov 12, 2016 2:16 pm by kambose

» Tuhan dan Polisi
Sun Nov 06, 2016 10:12 pm by kambose

» Suku Kaili - Sulawesi Tengah
Sat Nov 05, 2016 5:01 pm by vani

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Efek Jahat Polusi Udara Bisa Dilawan dengan Vitamin C

    Share

    tulanggadi

    Jumlah posting : 688
    Join date : 07.07.11

    Efek Jahat Polusi Udara Bisa Dilawan dengan Vitamin C

    Post  tulanggadi on Sun Aug 26, 2012 3:28 pm


    Di kota besar, polusi udara sudah menjadi bagian dari keseharian yang tak terelakkan. Polusi udara dari asap kendaraan bermotor dan sisa pembakaran memiliki dampak negatif bagi tubuh sebab dapat memicu berbagai macam penyakit. Untuk mengatasinya, ada cara yang cukup sederhana, yaitu banyak-banyak mengkonsumsi vitamin C.

    Tingginya tingkat polusi udara dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Uni Eropa telah menetapkan standar yang sama dengan yang telah diterapkan Environmental Protection Agency di Amerika Serikat mengenai batas toleransi polusi udara, yaitu sebanyak 50 mikrogram per meter kubik partikel kasar. Penyebab polusi tersebut terdiri dari materi partikel kasar dengan diameter sekitar seperlima dari diameter rambut manusia.

    Cristina Casonova dan rekan-rekannya di Imperial College London menganalisis data dari 209 orang pasien di London yang dirujuk ke rumah sakit pada tahun 2008 - 2010 akibat penyakit paru obstruktif kronis dan asma. Ia juga menganalisis kadar Vitamin C dan vitamin lain serta ekspresi gen pasien untuk mengetahui risiko asma dan penyakit paru obstruktif yang dimiliki karena keturunan.

    Sebagian besar pasien berusia 54 - 74 tahun, namun ada juga yang usianya masih 18 tahun. Kebanyakan pasien yang dirawat di rumah sakit adalah mantan perokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien lebih besar kemungkinannya dirawat di rumah sakit karena gangguan kesehatan yang berkaitan dengan polusi udara jika tubuhnya memiliki kadar vitamin C yang rendah.

    Dalam laporan yang dimuat jurnal Epidemiology, para peneliti mengemukakan bahwa untuk setiap kenaikan polusi sebesar 10 mcg/m3, risiko rawat inap penderita gangguan pernapasan dan asma meningkat sekitar 35 persen. Bagi orang yang memiliki kadar vitamin C rendah, jumlah polutan dalam tubuh akan mengalami peningkatan sebesar 1,2 kali lipat.

    Kecenderungan ini tetap sama bahkan setelah para peneliti memisahkan faktor kebiasaan merokok sebelumnya dan faktor usia tua dalam analisisnya. Para peneliti juga menemukan bahwa mantan perokok cenderung memiliki tingkat vitamin C yang lebih rendah dibandingkan pasien yang bukan perokok.

    "Kami percaya bahwa vitamin C dapat mengurangi efek polusi udara karena sifat antioksidan yang dimiliki. Antioksidan melindungi tubuh dari molekul berbahaya atau lazim disebut radikal bebas yang dapat merusak sel. Penelitian menunjukkan bahwa radikal bebas diduga berperan penting dalam terjadinya penyakit jantung, kanker dan penyakit pernapasan," kata peneliti seperti dilansir Medical Daily.

    Sumber partikel polusi pemicu penyakit paling banyak berasal dari knalpot kendaraan bermotor dan pembangkit listrik. Sedangkan sumber vitamin C paling banyak ditemukan pada buah-buahan seperti jeruk serta sayuran seperti brokoli dan bayam. Sayangnya, para peneliti belum mengetahui apakah Vitamin C juga dapat mempengaruhi penyakit-penyakit pernapasan lain selain yang disebabkan oleh polusi.



      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 7:50 am