Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

» HAMMER OF THOR | OBAT KUAT PEMBESAR PENIS | PIN BBM D3BF2124
Fri Nov 25, 2016 1:51 am by kiosonlineshop

» rahasia kuat diranjang
Fri Nov 25, 2016 1:45 am by kiosonlineshop

» CARA CEPAT MENGHILANGKAN TATO PERMANEN PADA TUBUH
Fri Nov 25, 2016 1:44 am by kiosonlineshop

» tips cepat untuk memutihkan kulit badan
Fri Nov 25, 2016 1:43 am by kiosonlineshop

» HDD External New
Tue Nov 22, 2016 4:46 pm by dodolan

» Jejak Sejarah Kerajaan Kotu’a
Sun Nov 13, 2016 11:22 pm by ganz

» Danau Berubah Warna, Keajaiban Alam dari Tomohon
Sat Nov 12, 2016 2:16 pm by kambose

» Tuhan dan Polisi
Sun Nov 06, 2016 10:12 pm by kambose

» Suku Kaili - Sulawesi Tengah
Sat Nov 05, 2016 5:01 pm by vani

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Benarkah Berpelukan Bisa Obati Depresi?

    Share

    molea

    Jumlah posting : 10
    Join date : 25.06.11

    Benarkah Berpelukan Bisa Obati Depresi?

    Post  molea on Mon Aug 20, 2012 4:09 pm


    Mengatasi depresi tak harus dengan pergi ke psikolog atau menenggak obat-obatan penenang. Menurut beberapa studi, depresi bisa diobati dengan berpelukan. Benarkah?

    Seperti yang dikutip dari Prevention internasional, 11 persen orang Amerika kerap kali meminum obat anti-depresan untuk mengatasi depresi. Obat tersebut mengandung senyawa kimia yang disebut oksitosin, senyawa yang juga diproduksi tubuh saat Anda sedang berpelukan atau berhubungan seks. Oksitosin terbukti bisa mengobati depresi.

    Terdapat sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa ketika tikus-tikus terpisah dari gerombolannya, tikus akan menunjukkan tanda-tanda kecemasan, stres dan depresi yang akan mereda setelah disuntik dengan oksitosin. Studi yang dipresentasikan pada tahun 2007 pada pertemuan Society for Neuroscience, menunjukkan efek hormon oksitosin terhadap situasi stres.

    Para ilmuwan di UC San Diego School of Medicine juga melakukan uji coba klinis secara acak, merasa optimis dengan pengaruh oksitosin terhadap depresi. "Ilmu dasar, apa yang kita lihat dalam penelitian yang melibatkan binatang dan manusia, mengindikasi ada alasan mengapa oksitosin memainkan peran dalam beberapa jenis depresi," ujar Kai MacDonald, MD, asisten profesor klinis psikiatri di UC San Diego School of Medicine.

    Terkadang, oksitosin disebut sebagai 'cuddle chemical' atau 'love hormone'. Alasannya, karena oksitosin memproduksi hipothalamus ketika orang melakukan kintiman fisik --begitu juga saat melahirkan. Tapi penelitian baru mengeksplorasi bahwa oksitosin tak hanya mempengaruhi apa yang orang rasakan tetapi cara orang berprilaku.

    Menurut Dr. MacDonald, beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang mendapatkan oksitosin, dilaporkan memiliki perasaan yang sama tetapi perilakunya berubah. "Jika Anda melihat pasien dengan depresi, satu hal yang perlu Anda lalukan adalah menciptakan ketertarikan sosial," kata Dr. MacDonald.

    'Hormon cinta' itu menderong seseorang untuk melakukan perilaku baik seperti membantu, memberikan empati, dan lebih ramah. Hal itu dibuktikan dalamsebuah studi pada tahun 2007 yang diterbitkan pada jurnal Public Library of Science ONE. Peserta penelitian yang menghirup oksitosin atau plasebo melalui hidung mereka cenderung bersikap murah hati terhadap sesama.



      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 10:43 pm