Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

» Cara Mengatasi Alergi Seafood
Thu Dec 08, 2016 4:50 pm by kabaena

» HAMMER OF THOR | OBAT KUAT PEMBESAR PENIS | PIN BBM D3BF2124
Fri Nov 25, 2016 1:51 am by kiosonlineshop

» rahasia kuat diranjang
Fri Nov 25, 2016 1:45 am by kiosonlineshop

» CARA CEPAT MENGHILANGKAN TATO PERMANEN PADA TUBUH
Fri Nov 25, 2016 1:44 am by kiosonlineshop

» tips cepat untuk memutihkan kulit badan
Fri Nov 25, 2016 1:43 am by kiosonlineshop

» HDD External New
Tue Nov 22, 2016 4:46 pm by dodolan

» Jejak Sejarah Kerajaan Kotu’a
Sun Nov 13, 2016 11:22 pm by ganz

» Danau Berubah Warna, Keajaiban Alam dari Tomohon
Sat Nov 12, 2016 2:16 pm by kambose

» Tuhan dan Polisi
Sun Nov 06, 2016 10:12 pm by kambose

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Rasa Pedas Cabe Bisa Bantu Kempeskan Perut Buncit

    Share

    wulele_waru

    Jumlah posting : 189
    Join date : 31.01.12

    Rasa Pedas Cabe Bisa Bantu Kempeskan Perut Buncit

    Post  wulele_waru on Sat May 12, 2012 11:40 am

    Rasa Pedas Cabe Bisa Bantu Kempeskan Perut Buncit


    Meskipun pedas, cabe banyak disukai orang karena ciri khasnya dan banyak digunakan untuk membuat sambal. Menurut penelitian, bahan yang memberikan rasa pedas dari cabe bisa menjadi alternatif untuk menurunkan berat badan.

    Ali Tavakkoli, MD, ahli bedah Brigham and Women 's Hospital dan timnya telah menerbitkan sebuah penelitian yang menyelidiki 2 jenis operasi penurunan berat badan. Kedua operasi ini disebut-sebut dapat mengurangi risiko penyakit akibat obesitas namun memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan operasi bedah biasa.

    2 jenis operasi tersebut adalah operasi yang disebut dengan vagal de-afferentation yang menggunakan capsaicin, komponen yang menyebabkan rasa pedas pada cabai yang terbakar dan operasi vagatomy.

    Setelah menguji 2 operasi di laboratorium, para peneliti menemukan bahwa vagotomy mengurangi lemak tubuh total secara signifikan. Vagotomy juga dapat menyingkirkan lemak perut yang menumpuk pada ruang antara organ perut atau lemak visceral.

    Operasi vagal de-afferentation juga berhasil mengurangi lemak, tetapi pada tingkat lemak yang lebih rendah. Namun menurut para peneliti, penurunan tersebut masih terbilang luar biasa sebab efek samping operasi ini lebih ringan dibanding vagotomy.

    "Penurunan lemak antara organ perut sangat penting. Volume lemak visceral yang tinggi adalah pertanda obesitas dan penyakit yang berkaitan dengan obesitas seperti diabetes. Hilangnya lemak visceral setelah menjalani vagal de-afferentation menyoroti potensi prosedur ini," kata Tavakkoli seperti dilansir Eurekalert.

    Operasi vagotomy menghilangkan saraf vagus yang mengirimkan informasi antara usus dan otak. Vagal de-afferentation juga mengotak-atik saraf vagus, namun tidak menghilangkan saraf sepenuhnya. Ahli bedah menggunakan capsaicin untuk menghancurkan serat saraf tertentu.

    Capsaicin merusak serat saraf yang membawa sinyal dari usus ke otak dan membiarkan serat saraf yang mengirim sinyal ke arah yang berlawanan, dari otak ke usus. Di antara 2 operasi tersebut, vagal de-afferentation memiliki efek samping yang lebih sedikit.

    Para peneliti mencatat bahwa masih butuh banyak penelitian yang perlu dilakukan untuk mengetahui apakah operasi ini dapat digunakan pada manusia dan apakah capsaicin dapat digunakan langsung pada serat vagal manusia. Hasil penelitian yang dimuat jurnal Digestive Diseases and Sciences ini cukup menjanjikan sebagai prosedur untuk mengatasi obesitas di masa depan.

    "Karena permintaan untuk operasi yang mengurangi berat badan dan penyakit terkait obesitas makin meningkat, prosedur yang terbukti berhasil dengan sedikit pembedahan akan menjadi semakin penting," kata Tavakkoli.

    Menurut Tavakkoli, ilmu bedah saat ini semakin penting dan berkembang pesat, terutama karena kasus penyakit diabetes makin melambung di seluruh dunia dan banyak orang mencoba menemukan terapi yang efektif untuk melawan epidemi ini.




      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 5:10 am