Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

» HAMMER OF THOR | OBAT KUAT PEMBESAR PENIS | PIN BBM D3BF2124
Fri Nov 25, 2016 1:51 am by kiosonlineshop

» rahasia kuat diranjang
Fri Nov 25, 2016 1:45 am by kiosonlineshop

» CARA CEPAT MENGHILANGKAN TATO PERMANEN PADA TUBUH
Fri Nov 25, 2016 1:44 am by kiosonlineshop

» tips cepat untuk memutihkan kulit badan
Fri Nov 25, 2016 1:43 am by kiosonlineshop

» HDD External New
Tue Nov 22, 2016 4:46 pm by dodolan

» Jejak Sejarah Kerajaan Kotu’a
Sun Nov 13, 2016 11:22 pm by ganz

» Danau Berubah Warna, Keajaiban Alam dari Tomohon
Sat Nov 12, 2016 2:16 pm by kambose

» Tuhan dan Polisi
Sun Nov 06, 2016 10:12 pm by kambose

» Suku Kaili - Sulawesi Tengah
Sat Nov 05, 2016 5:01 pm by vani

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    5 Langkah Mudah Agar Jantung Sehat

    Share

    fla

    Jumlah posting : 843
    Join date : 01.12.09

    5 Langkah Mudah Agar Jantung Sehat

    Post  fla on Wed Apr 11, 2012 2:44 am

    5 Langkah Mudah Agar Jantung Sehat


    Anda mungkin telah mengetahui cara-cara untuk menjaga jantung tetap sehat seperti dengan berhenti merokok, menurunkan berat badan, berolahraga dan menurunkan tekanan darah dan kolesterol. Tetapi penelitian terbaru telah menemukan beberapa langkah pencegahan terhadap penyakit jantung yang tidak biasa namun efektif.

    Berikut 5 langkah mudah untuk menjaga jantung dan pembuluh darah agar tetap sehat seperti dikutip dari myhealthnewsdaily, antara lain:

    1. Tinggal jauh dari jalan tol
    Bunyi klakson, sirene dan mesin kendaraan yang bising dapat mengganggu sirkulasi darah pada pembuluh darah Anda. Berdasarkan penelitian terbaru, kebisingan lalu lintas berpengaruh terhadap risiko stroke.

    Para peneliti di Denmark melakukan survei terhadap lebih dari 51.000 orang dan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa, setiap kenaikan 10-desibel tingkat kebisingan, risiko stroke meningkat sebesar 14 persen. Bagi orang dengan usia lebih dari 65 tahun, risiko stroke meningkat hingga 27 persen.

    "Pemaparan terhadap suara yang bising dapat meningkatkan kadar hormon stres dalam tubuh dan meningkatkan tekanan darah, yang mungkin berkontribusi terhadap risiko stroke," kata para peneliti.

    Studi ini dipublikasikan pada tanggal 26 Januari 2011 di European Heart Journal. Penelitian sebelumnya juga mengaitkan antara kebisingan lalu lintas dengan peningkatan risiko serangan jantung.

    2. Jam tidur yang cukup
    Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan bulan Februari 2011 dalam European Heart Journal, tidur terlalu sedikit atau terlalu banyak dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur 6 jam atau kurang per malam memiliki risiko 48 persen lebih tinggi terhadap kematian akibat penyakit jantung, dan risiko 15 persen lebih tinggi terhadap kematian akibat stroke, dibandingkan orang yang tidur 7 atau 8 jam per malam.

    "Jam tidur yang terlalu sedikit dapat meningkatkan tekanan darah dan kolesterol yang membuat Anda lebih berisiko terhadap obesitas dan diabetes tipe 2," kata para peneliti.

    Namun studi menunjukkan tidur terlalu banyak juga berakibat buruk bagi jantung. Orang yang tidur 9 jam atau lebih memiliki risiko 41 persen lebih tinggi terhadap kematian akibat penyakit jantung dibandingkan orang yang tidur 7 atau 8 jam.

    3. Makan buah blueberry
    Buah blueberry dapat mengurangi risiko terkena tekanan darah tinggi, menurut penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition. Dalam studi tersebut, orang yang makan blueberry sedikitnya satu porsi per minggu dapat mengurangi risiko tekanan darah tinggi hingga 10 persen.

    Para peneliti menganalisis pola makan 134.000 perempuan dan 47.000 laki-laki selama periode 14 tahun. Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui kandungan senyawa tertentu dalam tubuh peserta penelitian, yang disebut antosianin. Antosianin, ditemukan dalam makanan seperti blueberry, blackcurrant, jus jeruk dan terong yang bersifat antioksidan.

    Peserta penelitian yang makan makanan yang mengandung antosianin yang tinggi memiliki resiko 8 persen lebih rendah terhadap tekanan darah tinggi daripada peserta lain yang makan makanan dengan kadar antosianin yang rendah.

    4. Makan cokelat hitam
    Sejumlah studi menunjukkan bahwa makan cokelat hitam dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan stroke. Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Academy of Neurology ke-62 menemukan bahwa, dari 44.000 peserta yang makan satu porsi cokelat setiap minggu memiliki risiko stroke 22 persen lebih rendah daripada peserta yang tidak makan cokelat.

    Studi lain menemukan bahwa orang yang makan cokelat hitam, sekitar 6,7 gram per hari, memiliki tingkat protein dalam darahnya. Dan penelitian lain juga menunjukkan bahwa, konsumsi cokelat dapat menurunkan tekanan darah, membantu mencegah pembentukan plak pada arteri dan meningkatkan aliran darah.

    Manfaat dari cokelat dapat berasal dari flavonoid, senyawa dalam cokelat yang membantu melindungi sel terhadap kerusakan. Cokelat hitam lebih banyak mengandung flavonoid.

    Penelitian terakhir menemukan bahwa, cokelat hitam dapat membantu menghambat enzim yang dikenal sebagai ACE, yang terlibat dalam mengatur aliran darah. Menonaktifkan ACE dapat menurunkan tekanan darah.

    5. Kurangi konsumsi minuman bersoda
    Studi terbaru menemukan bahwa mengonsumsi soda dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko terhadap stroke. Berdasarkan penelitian yang melibatkan 2.564 peserta menemukan bahwa, orang yang minum soda setiap hari memiliki risiko 48 persen lebih tinggi terhadap stroke dan serangan jantung daripada orang yang tidak minum soda sama sekali.

    Namun, para peneliti memperingatkan bahwa penelitian mengenai hal ini baru menunjukkan hubungan, dan bukan sebab-akibat yang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini dipresentasikan pada tanggal 9 Februari 2011 pada American Stroke Association's International Stroke Conference di Los Angeles.



      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 2:56 pm