Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

» Cara Mengatasi Alergi Seafood
Thu Dec 08, 2016 4:50 pm by kabaena

» HAMMER OF THOR | OBAT KUAT PEMBESAR PENIS | PIN BBM D3BF2124
Fri Nov 25, 2016 1:51 am by kiosonlineshop

» rahasia kuat diranjang
Fri Nov 25, 2016 1:45 am by kiosonlineshop

» CARA CEPAT MENGHILANGKAN TATO PERMANEN PADA TUBUH
Fri Nov 25, 2016 1:44 am by kiosonlineshop

» tips cepat untuk memutihkan kulit badan
Fri Nov 25, 2016 1:43 am by kiosonlineshop

» HDD External New
Tue Nov 22, 2016 4:46 pm by dodolan

» Jejak Sejarah Kerajaan Kotu’a
Sun Nov 13, 2016 11:22 pm by ganz

» Danau Berubah Warna, Keajaiban Alam dari Tomohon
Sat Nov 12, 2016 2:16 pm by kambose

» Tuhan dan Polisi
Sun Nov 06, 2016 10:12 pm by kambose

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Membiarkan Bayi Menangis Bikin Hormon Testosteron Pria Naik

    Share


    Join date : 01.01.70

    Membiarkan Bayi Menangis Bikin Hormon Testosteron Pria Naik

    Post   on Thu Dec 15, 2011 9:46 am

    Membiarkan Bayi Menangis Bikin Hormon Testosteron Pria Naik


    Secara biologis, hormon seks testosteron pada tubuh pria bisa mengalami peningkatan dan penurunan tergantung usia, makanan, kondisi tubuh dan situasis. Penelitian terbaru menunjukkan saat mendengar tangisan bayi dan tak bisa menghentikannya bisa membuat peningkatan hormon seks testosteron.

    Hal ini terungkap dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti University of Michigan, Ann Arbor. Menurut peneliti, temuan ini dapat menyoroti interaksi kompleks antara hormon, perilaku dan persepsi terhadap situasi.

    "Hormon dan perilaku terhubung dalam cara yang dinamis dan kompleks, lebih kompleks dari yang kita pikirkan. Hormon dapat berubah tergantung konteks dan perilaku, persepsi kita bahkan dapat mempengaruhi endoktrin. Jadi situasi dapat menimbulkan pola yang berbeda dari respons hormonal tergantung bagaimana kita berperilaku," ujar Sari van Anders, neuroendocrinologis dari University of Michigan, Ann Arbor, seperti dilansir Livescience.

    Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa menjadi orangtua dapat menurunkan testosteron pada pria. Namun penelitian terbaru ini menunjukkan bahwa mendengar tangis bayi justru dapat meningkatkan testosteron.

    Dalam penelitian tersebut peneliti membuat percobaan menggunakan boneka bayi interaktif yang sering digunakan untuk mengajar siswa SMA untuk bertanggung jawab menjadi orangtua. Boneka tersebut bisa membuat suara, termasuk menangis dengan keras. Satu-satunya cara untuk menghentikan tangis adalah dengan menggesekkan gelang sensor pada boneka dan menghiburnya, persis seperti bayi sungguhan.

    55 partisipan diminta untuk mendengarkan tangis bayi dan mencoba untuk menenangkannya. Namun sebelum percobaan dimulai, partisipan diminta untuk memberikan air liur untuk pengukuran testosteron. Mereka juga diminta untuk menjawab pertanyaan tentang suasana hati.

    Setelah itu, partisipan diminta kembali menyerahkan sampel liur untuk mengukur perubahan testosteron. Hasilnya, pria yang berhasil menenangkan bayi mengalami penurunan testosteron sebesar 10 persen, sedangkan yang hanya mendengar tangis tapi tidak bisa menanggapi justru mengalami peningkatan testosteron sebesar 20 persen.

    "Mendengar tangis bayi yang semakin kesal, ditambah dengan teriakan melengking, tanpa mampu memberikan respons mungkin menjadi isyarat bahaya atau tanggap darurat fisiologis untuk perlindungan bayi. Itu bisa memacu banjir testosteron, sebagai teori telah menghubungkan testosteron lebih tinggi karena beberapa jenis perilaku," jelas Sari van Anders.

    Menurut van Anders, temuan ini dapat membantu memperluas ide-ide tentang pengasuhan anak dan persepsi yang disederhanakan tentang testosteron dan orangtua.

    "Testosteron tinggi dapat dikaitkan dengan aspek-aspek tertentu dari orang tua atau tanggapan terkait bayi," tutup van Anders.



      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 10:38 pm