Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

» Cara Mengatasi Alergi Seafood
Thu Dec 08, 2016 4:50 pm by kabaena

» HAMMER OF THOR | OBAT KUAT PEMBESAR PENIS | PIN BBM D3BF2124
Fri Nov 25, 2016 1:51 am by kiosonlineshop

» rahasia kuat diranjang
Fri Nov 25, 2016 1:45 am by kiosonlineshop

» CARA CEPAT MENGHILANGKAN TATO PERMANEN PADA TUBUH
Fri Nov 25, 2016 1:44 am by kiosonlineshop

» tips cepat untuk memutihkan kulit badan
Fri Nov 25, 2016 1:43 am by kiosonlineshop

» HDD External New
Tue Nov 22, 2016 4:46 pm by dodolan

» Jejak Sejarah Kerajaan Kotu’a
Sun Nov 13, 2016 11:22 pm by ganz

» Danau Berubah Warna, Keajaiban Alam dari Tomohon
Sat Nov 12, 2016 2:16 pm by kambose

» Tuhan dan Polisi
Sun Nov 06, 2016 10:12 pm by kambose

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Anak Yatim yang Besar di Panti Asuhan Mengalami Perubahan Gen

    Share

    vani

    Jumlah posting : 332
    Join date : 24.09.11

    Anak Yatim yang Besar di Panti Asuhan Mengalami Perubahan Gen

    Post  vani on Sun Dec 11, 2011 4:43 pm

    Anak Yatim yang Besar di Panti Asuhan Mengalami Perubahan Gen


    Anak-anak yang mengalami stres saat terpisah dari orangtua biologis sejak lahir dan dibesarkan oleh panti asuhan ternyata membawa konsekuensi jangka panjang. Studi menemukan anak-anak yatim yang besar di panti asuhan cenderung mengalami perubahan fungsi gen.

    Peneliti di Yale School of Medicine menemukan perbedaan metilasi DNA (salah satu mekanisme pengatur utama ekspresi gen atau fungsi genom) pada anak yatim yang tumbuh di panti asuhan.

    "Studi kami menunjukkan bahwa stres dini karena terpisah dari orangtua kandung dapat menyebabkan dampak jangka panjang pada pemrogaman fungsi genom. Ini mungkin menjelaskan mengapa anak-anak yang diadopsi sangat rentan dan sensitif terhadap orangtua angkat yang keras dalam hal kesehatan fisik dan mental," jelas Elena Grigorenko, peneliti senior di Yale Child Study Center, seperti dilansir Health24.

    Dalam studi yang telah dipublikasikan dalam Development and Psychopathology, peneliti membandingkan dua kelompok anak-anak yang dibesarkan sejak lahir dalam perawatan institusional atau panti asuhan dan anak-anak yang dibesarkan oleh orangtua biologis.

    Grigorenko dan rekan-rekannya mengambil sampel darah dari anak-anak usia antara 7 hingga 10 tahun yang tinggal di panti asuhan dan anak-anak yang tumbuh dalam keluarga di wilayah barat laut dari Federasi Rusia.

    Peneliti kemudian memprofilkan genom dari semua anak untuk mengidentifikasikan proses biologi dan jalur yang mungkin terpengaruh oleh kurangnya perhatian dan perawatan orangtua.

    Hasilnya, peneliti menemukan bahwa dalam kelompok anak yatim yang besar di panti asuhan, ada sejumlah besar perubahan dalam regulasi genetik dari sistem pengendalian respons imun dan interaksi antar sel, termasuk sejumlah mekanisme penting dalam pengembangan dan fungsi otak.

    "Orangtua yang mengadopsi anak-anak yatim mungkin perlu melakukan perawatan dan memberikan perhatian yang lebih banyak untuk dapat mengembalikan perubahan dalam regulasi genom pada tubuh anak-anak tersebut," tutup Grigorenko.



      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 10:39 pm