Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @spiritualz_ dan @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

» Keajaiban Senyuman
Wed Jun 28, 2017 1:07 pm by lahumusi

» Profil dan Biodata Lengkap Jessica Milla
Mon Jun 26, 2017 12:03 am by kabaena

» What Software Is Good for Small Business Accounting.
Mon Jun 19, 2017 2:25 pm by riyadiyo

» 10 Penyebab Komputer Sering Restart Sendiri
Fri Jun 16, 2017 8:50 am by fla

» ATM Beras di Purwakarta
Fri Jun 16, 2017 12:34 am by FuiFui

» HDD External New
Wed Jun 14, 2017 5:19 pm by dodolan

» Usaha kesehatan rumah sakit - KSO, Sewa & Jual Beli CT Scan Untuk Rumah sakit dan Klinik swasta & pemerintah.
Tue Jun 13, 2017 4:38 pm by riyadiyo

» Twinda Rarasati dan Twindy Rarasati
Sun Jun 11, 2017 9:03 pm by kabaena

» 10 Cara Ampuh Mengatasi Cegukan
Mon Jun 05, 2017 4:42 pm by kabaena

Your Space

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Penyakit-penyakit Karena Memendam Emosi

    Share
    avatar
    liana

    Jumlah posting : 1161
    Join date : 01.12.09

    Penyakit-penyakit Karena Memendam Emosi

    Post  liana on Fri Dec 09, 2011 4:28 pm

    Penyakit-penyakit Karena Memendam Emosi


    Memendam emosi atau perasaan tidak hanya berdampak pada gangguan psikis tetapi juga dapat berdampak langsung pada gangguan kesehatan tubuh. Ada beberapa penyakit yang terjadi jika Anda sering memendam emosi.

    "Emosi dan perasaan trauma yang tidak ditangani dengan baik, lama-lama dapat menumpuk pada bagian tubuh dan berpotensi menimbulkan penyakit. Ini karena orang yang emosinya kacau otomatis imun tubuhnya turun, napas berantakan, suhu tubuh naik, depresi atau terlihat lebih tua, juga emosi negatifnya lama-lama menumpuk di bagian-bagian tubuh lain," ujar Irma Rahayu, Soul Healer dari Emotional Healing Indonesia (EHI) dalam acara Emotional Healing Group Therapy di Hotel Sofyan Betawi.

    Berikut beberapa penyakit yang berhubungan dengan emosi, yaitu:

    1. Alergi, karena penyangkalan akan kekuatan dan kemampuan diri.

    2. Radang sendi, karena perasaan tidak dicintai, ditolak dan perasaan dikorbankan.

    3. Demam, karena perasaan marah yang tidak mampu diekpresikan.

    4. Ginjal, karena kekecewaan, perasaan gagal, rasa malu yang ditekan.

    5. Maag, karena takut, cemas, perasaan tidak puas pada diri sendiri.

    6. Penyakit paru-paru, karena putus asa, kelelahan emosional, luka batin.

    7. Sakit punggung, karena ketakutan akan uang, merasa terbebani.

    8. Sakit pinggang, karena rasa tidak dicintai, butuh kasih sayang.

    9. Jantung, karena rasa kesepian, merasa tidak berharga, takut gagal dan marah.

    10. Kanker, karena kebencian terpendam atau makan hati yang menahun.

    11. Diabetes, karena keras kepala, tidak mau disalahkan.

    12. Glaukoma, karena tekanan dari masa lalu dan tidak mampu memaafkan.

    13. Jerawat, karena tidak menerima diri sendiri, tidak suka pada diri sendiri.

    14. Pegal-pegal, karena ingin dicintai dan disayangi, butuh dipeluk dan kebersamaan.

    15. Obesitas, karena takut, ingin dilindungi, kemarahan terpendam, tidak mau memaafkan.

    16. Mata minus, karena takut akan masa depan.

    17. Mata plus, karena tidak mampu memaafkan masa lalu.

    "Orang yang emosinya tenang, apapun yang dilihatnya lebih jelas. Bila Anda punya masalah lalu dibawa ibadah, mau sujud beribu-ribu kali kalau emosi Anda belum tenang akan percuma," lanjut Irma.

    Menurut Irma yang sudah menangani lebih dari 5.000 klien yang bermasalah dengan emosi, cara terbaik untuk merespons emosi khususnya emosi marah adalah dengan mengeluarkannya dengan cara yang baik dan santun atau bicara baik-baik dengan orang yang membuat kita kesal.

    "Misal Anda kesal dengan orang A, maka Anda harus menyampaikan pada orang itu bahwa Anda tidak suka dengan tindakan dia, tapi dengan cara yang halus, santun dan bukan marah-marah. Jangan melemparkan emosi kesal Anda pada orang lain, karena itu tidak menyelesaikan masalah. Jika sekiranya Anda tidak mungkin menyampaikannya, misal dia adalah bos atau orang yang punya jabatan tinggi, maka lakukan sending love. Tetap bersikap baik pada dia sambil mendoakan dia hal-hal yang baik, semoga dia berubah dan berkah, atau berdoa untuk diri sendiri semoga mendapatkan hal-hal baik. Jangan Anda malah mendoakan yang jelek-jelek karena itu akan jadi emosi yang negatif untuk diri Anda sendiri," tutup Irma.



      Waktu sekarang Fri Jun 30, 2017 12:04 am