Berbagi Kabar & Info Disini - Follow Twitter @kabaena_

INFO UNTUK ANDA

Forum ini ada di Facebook

Share via Twitter

Follow Me : @kabaena_

Image hosted by servimg.com

Instagram Kabaena

Instagram

Kabaena Mailing List

Masukan Email Kamu:

Ngobrol Via Twitter

Latest topics

» Cara Mengatasi Alergi Seafood
Thu Dec 08, 2016 4:50 pm by kabaena

» HAMMER OF THOR | OBAT KUAT PEMBESAR PENIS | PIN BBM D3BF2124
Fri Nov 25, 2016 1:51 am by kiosonlineshop

» rahasia kuat diranjang
Fri Nov 25, 2016 1:45 am by kiosonlineshop

» CARA CEPAT MENGHILANGKAN TATO PERMANEN PADA TUBUH
Fri Nov 25, 2016 1:44 am by kiosonlineshop

» tips cepat untuk memutihkan kulit badan
Fri Nov 25, 2016 1:43 am by kiosonlineshop

» HDD External New
Tue Nov 22, 2016 4:46 pm by dodolan

» Jejak Sejarah Kerajaan Kotu’a
Sun Nov 13, 2016 11:22 pm by ganz

» Danau Berubah Warna, Keajaiban Alam dari Tomohon
Sat Nov 12, 2016 2:16 pm by kambose

» Tuhan dan Polisi
Sun Nov 06, 2016 10:12 pm by kambose

LIVE STREAMING TV

Live Streaming

Online Radio Live

Radio Online

    Mengenal Reksadana

    Share

    lakambula

    Jumlah posting : 474
    Join date : 27.11.09
    Age : 31

    Mengenal Reksadana

    Post  lakambula on Tue May 24, 2011 5:05 pm

    Apa Itu Reksa Dana?


    1. Pengertian Reksadana

    Ditinjau dari asal kata, reksa dana berasal dari kosa kata 'reksa' yang artinya 'jaga' atau 'pelihara' dan 'dana' yang berarti 'uang' atau 'kumpulan uang'. Jadi, reksa dana bisa diartikan sebagai 'kumpulan uang yang dipelihara bersama untuk suatu kepentingan'.

    Mengacu pada Undang-undang Nomor 8 tahun 1995, reksa dana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi.

    2. Untuk apa membeli Reksa Dana ?

    Membeli reksadana dapat diartikan juga seperti menabung. Bedanya adalah surat tanda menabung tidak dapat diperjualbelikan, sebaliknya reksadana bisa diperjualbelikan.

    Unit penyertaan yang bisa dijual kembali kepada manajer investasi disebut reksa dana terbuka (open end). Kebalikannya adalah reksa dana tertutup (close end), yakni reksa dana yang hanya bisa dijual kepada investor lain melalui pasar sekunder. Sebagian besar reksa dana yang ada sekarang ini berbentuk reksa dana terbuka.

    Reksa dana memiliki dua hal yang sulit dipenuhi oleh pemodal perorangan. Pertama, reksa dana membangun skala ekonomis dalam berinvestasi yaitu melalui penggabungan dana antara pemodal yang satu dengan pemodal yang lain sehingga terhimpun dana yang cukup besar. Kedua, menyediakan tenaga professional pengelola investasi efek secara kolektif.

    3. Sejarah Reksa Dana

    Awalnya, pada tahun 1822 reksa dana baru dikenal di Belgia dengan bentuk reksa dana tertutup(closed-end fund). Kemudian menyebar ke Inggris dan Skotlandia pada tahun 1860 dengan bentuk Unit Investment Trust. Dan mulai dikenal di Amerika Serikat pada tahun 1920. Tahun 1940, di Amerika Serikat dibuatlah Undang-Undang Reksa Dana yang dikenal dengan nama Investment Company Act 1940.

    Di Indonesia sendiri, reksa dana baru dikenal pada tahun 1990, berdasarkan Kep Menkeu 1548 dengan bentuk reksa dana tertutup. Pada tahun 1995, berdasarkan UU No.8 tahun 1995 tentang Pasar Modal diperbolehkan Reksa Dana berbentuk Tertutup dan Terbuka dan berkembang pesat mulai 1996.

    Sebagai sarana investasi, reksa dana diharapkan akan memudahkan masyarakat luas dalam berinvestasi di pasar modal. Reksa dana dibentuk oleh manajer investasi dan bank kustodian melalui akta kontrak investasi kolektif (KIK) yang dibuat notaris. Manajer investasi akan berperan sebagai pengelola dana investasi yang terkumpul dari sekian banyak investor untuk diinvestasikan ke dalam portofolio efek, seperti SBI, obligasi, dan saham.

    Sementara, bank kustodian akan berperan dalam penyimpanan dana atau portofolio milik investor serta melakukan penyelesaian transaksi dan administrasi reksa dana.

    Reksa dana merupakan sarana investasi bagi investor untuk dapat berinvestasi ke berbagai instrumen investasi yang tersedia di pasar. Melalui reksa dana, investor sudah tidak perlu repot mengelola portofolio investasinya sendiri.

    4. Keuntungan Memiliki Reksa Dana

    • · Pengelolaan secara profesional
      Reksa dana dikelola oleh para profesional pasar modal yang memiliki akses pada informasi dan pedagangan efek, sehingga selalu dapat meneliti berbagai peluang investasi terbaik bagi para nasabahnya.

    • · Pembagian risiko/minimalisasi risiko.
      Pola pembagian risiko ini biasa disebut "diversifikasi". Pada diversifikasi, dana investasi Anda ditempatkan pada beberapa macam instrumen investasi di pasar modal. Dengan demikian risiko kerugian investasi secara keseluruhan akan lebih kecil.

    • · Kemudahan pencairan.
      Investasi reksa dana mudah untuk diuangkan kembali serta efisien karena Anda dapat menjual kembali kepada pengelola investasi.

    • · Kemudahan investasi.
      Berinvestasi di reksa dana relatif mudah karena selain prosesnya mudah, Anda diberikan beberapa pilihan investasi, dengan strategi yang sesuai dengan risiko dan keuntungan yang diharapkan.

    • · Keleluasaan investasi.
      Dalam reksa dana Anda leluasa untuk memilih suatu jenis investasi dan leluasa pula untuk pindah ke jenis lainnya sesuai dengan tujuan investasi Anda.

    • · Keringanan biaya.
      Investasi melalui reksa dana relatif lebih ringan biayanya dibandingkan bila Anda melakukannya sendiri. Hal ini disebabkan karena pengelola investasi menghimpun dana dalam skala besar sehingga dapat mengalokasikannya secara ekonomis.

    • · Keringanan pajak.
      Hasil keuntungan dan hasil penjualan kembali reksa dana tidak dikenai pajak sehingga Anda mendapatkan keuntungan yang bersih.


    5. Jenis-jenis Reksa Dana

    · Reksa Dana Pasar Uang

    Reksa dana yang investasinya ditanam pada efek bersifat hutang dengan jatuh tempo yang kurang dari satu tahun.

    · Reksa Dana Pendapatan Tetap

    Reksa dana yang sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelola (aktivanya) dalam bentuk efek bersifat hutang.

    · Reksa Dana Saham

    Reksa dana yang sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelolanya diinvestasikan dalam efek bersifat ekuitas.

    · Reksa Dana Campuran

    Reksa dana yang mempunyai perbandingan target aset alokasi pada efek saham dan pendapatan tetap yang tidak dapat dikategorikan ke dalam ketiga reksa dana lainnya

    6.Bagai mana Memilih Reksa Dana?

    • a. Pahami tujuan investasi Anda. Dalam pengertian apa yang ingin Anda lakukan dari dana hasil investasi tersebut? Apakah anda ingin membiayai kuliah anak anda, atau anda ingin membeli rumah. Ataukah anda mempunyai rencana masa depan untuk memenuhi kebutuhan anda, sehingga anda berinvestasi?

    • b. Kenali profil risiko Anda. Apakah risiko menjadi salah satu pertimbangan Anda dalam berinvestasi. Kita ambil contoh, seorang investor berinvestasi di pasar saham, risiko yang diambil akan lebih besar dari risiko berinvestasi di pasar obligasi (surat berharga). Jika sebagai investor Anda tidak dapat menerima naik turunnya harga saham dan dapat mengakibatkan emosi, maka disarankan untuk memilih jenis reksa dana yang konservatif.

    • c. Pelajari alternatif investasi yang tersedia.

    • d. Pahami risiko yang berkaitan dengan tiap alternatif investasi.

    • e. Tentukan batas investasi sesuai dengan kemampuan finansial. Apabila tujuan investasi anda jangka panjang, seperti mempersiapkan kebutuhan pensiun, biaya anak kuliah atau meningkatkan nilai kekayaan, maka reksa dana yang tepat untuk anda adalah reksa dana jenis pertumbuhan atau pendapatan. Kalau tujuan investasi Anda untuk memperoleh pendapatan yang tetap selama menjalani masa pensiun, dengan kata lain harus memperoleh penghasilan secara kontinyu, maka reksa dana yang tepat adalah yang menempatkan dananya di obligasi (konservatif) atau pertumbuhan dan pendapatan (kalau Anda tergolong agresif). Sedangkan kalau dana yang Anda hendak investasikan itu sewaktu-waktu diperlukan kembali maka Anda cocok memilih pasar uang atau obligasi jangka pendek

    • f. Tentukan strategi investasi anda. Dalam menentukan pilihan Anda terhadap suatu produk reksa dana, kami sarankan Anda melihat dan membaca prospektus dari produk reksa dana yang tersedia. Adapun poin-poin yang harus diperhatikan dalam memperhatikan prospektus masing-masing reksa dana tersebut yaitu:

    • g. Portofolio dari produk reksa dana tersebut saham/obligasi/instrumen pasar uang apa saja yang ada didalamnya dan bagaimana dengan bobot mereka masing-masing).

    • h. Kinerja yang dihasilkan pada masa yang lalu.

    • i. Pandangan manajer investasi ke masa depan tentang ekonomi makro, mata uang, serta industry trend dari saham yang ada dalam portofolio.

    • j. Prestasi masa lalu relatif terhadap saingan sejenis dan pasar secara keseluruhan (indeks).

    • k. Biaya transaksi yang meliputi management fee, sales dan redemption fees.

    • l. Manfaatkan jasa profesional.

    • m. Pertahankan tujuan Anda (jangan terpengaruh fluktuasi sesaat).





    Terakhir diubah oleh lakambula tanggal Tue May 24, 2011 6:25 pm, total 1 kali diubah

    lakambula

    Jumlah posting : 474
    Join date : 27.11.09
    Age : 31

    Re: Mengenal Reksadana

    Post  lakambula on Tue May 24, 2011 5:17 pm

    Proses Pembelian dan Penjualan Reksa Dana


    1. Apa itu Outstanding UP?

    Outstanding UP merupakan jumlah unit penyertaan yang telah diterbitkan reksa dana.

    2. Apa itu Subscription?

    Subscription adalah pembelian atau pemesanan unit penyertaan.

    3. Apa itu Redemption?

    Redemption adalah pencairan atau penjualan kembali unit penyertaan.

    4. Bagaimana Pengaruh Entry Fee Terhadap Pembelian Reksa Dana?

    Membeli reksa dana bisa dikenakan Entry fee tertentu, tetapi bisa juga tidak dikenakan Entry fee. Misal suatu hari Anda membeli reksa dana dengan investasi Rp 10 juta, NAB/UP Rp 1.350, dan Entry fee sebesar 1%. Jumlah UP yang bisa diperoleh dapat dihitung dengan rumus:

    UP = [investasi (1 – fee)] : NAB/UP

    UP = [Rp 10 jt (1 – 0.001)] : Rp 1.350

    UP = 7.333.3333 unit

    5. Batas Maksimal Pembelian Reksa Dana?

    Tidak ada batas maksimal dalam berinvestasi.

    6. Bagaimana Pengaruh Redemption Fee pada Penjualan Reksa Dana?

    Sama dengan pembelian reksa dana saat menjual reksa dana, Anda bisa dikenakan redemption fee atau juga tidak. Misal hari ini Anda ingin menjual reksa dana yang Anda beli di contoh membeli reksa dana dengan NAB/UP Rp 2.025 dan redemption fee sebesar 1,5%. Besarnya redemption dapat dihitung dengan rumus:

    Redemption = UP x NAB/UP(1 – fee)

    Redemption = 7.333,3333 x Rp 2.025 (1 – 0,015)

    Redemption = Rp 14.627.250

    7. Batas Maksimal Penjualan Reksa Dana?

    Setiap perusahaan reksa dana mempunyai batas maksimal penjualan reksa dana masing-masing yang dapat anda lihat pada prospektus reksa dana tersebut


    lakambula

    Jumlah posting : 474
    Join date : 27.11.09
    Age : 31

    Re: Mengenal Reksadana

    Post  lakambula on Tue May 24, 2011 5:55 pm




    nic

    Jumlah posting : 332
    Join date : 06.12.09

    Re: Mengenal Reksadana

    Post  nic on Wed May 25, 2011 9:42 pm

    Reksadana Untuk Pemula


    reksadana itu apa sih?

    Pada dasarnya, reksadana adalah bentuk investasi secara kolektif. Berhubung persyaratan investasi awal di instrumen-instrumen investasi seringkali berjumlah besar dan pemilihan instrumen investasinya pun tergolong rumit, maka masyarakat diberikan kesempatan oleh Bapepam-LK untuk mengumpulkan dana mereka ke dalam wadah investasi untuk kemudian dikelola secara profesional. Jadi, investasi ini dikelola oleh manajer investasi (MI) profesional seperti Manulife, Fortis, Schroder, Trimegah, Danareksa, Bahana, dll.

    Nah MI ini nantinya akan mengelola dana yang sudah terkumpul tersebut dengan meng investasikannya ke berbagai macam produk investasi (Saham, deposito, surat utang, dll). Biasanya setiap MI mempunyai beberapa produk, contohnya untuk Fortis diantaranya Fortis Pesona, Fortis Equitra, Fortis Solaris dan Fortis Ekuitas. Nanti ada penjelasannya lagi tuh untuk setiap produk. Misalnya Fortis Ekuitas itu biasa mengelola dana yang ada untuk membeli saham apa aja, misalnya; Astra International, Telkom, Bank Mandiri, Perusahaan Gas Negara dan lain sebagainya.

    Jadi kita tidak terjun langsung memilih saham yang mau kita beli karena semua itu akan dikelola oleh MI. Oh iya dalam bahasa Inggris, reksadana dikenal dengan nama mutual fund.
    Tapi seperti yang Wina selalu bilang, sebelum memutuskan untuk membeli produk investasi, kita harus tahu dan jelas dulu tujuan investasi kita itu untuk apa? Dari situ barulah bisa ditentukan reksadana apa yang cocok, berapa lama investasinya, dan berapa besar jumlah investasinya.

    Apa untungnya reksadana dari menabung secara tradisional atau langsung membeli saham sendiri?

    Reksadana menawarkan return yang lebih tinggi daripada menabung traditional/deposito. Seperti kata pepatah investasi, “high risk high return, low risk low return”, jadi berinvestasi lewat reksadana membuka peluang risiko yang lebih tinggi dari deposito namun dengan peluang hasil yang lebih tinggi pula. Selama risiko tersebut bisa kita ambil (misal: kebutuhan dana baru direalisasikan 10 tahun lagi), maka investasi pada reksadana saham contohnya, menjadi masuk akal. Bandingkan potensi imbal hasil deposito (yang cuma sekitar 6% per tahun) dengan reksadana saham (bisa mencapai 20% lebih per tahun)! Tapi ingat ya, “high risk high return, low risk low return”.

    Kalau dibandingkan dengan membeli saham langsung, membeli reksadana saham jelas lebih simple untuk kita dan juga memberikan peace of mind karena investasi kita tidak disalurkan kepada 1 jenis saham saja, melainkan bermacam-macam instrumen (diversifikasi). Jadi ketika misalnya saham Telkom turun, kita tidak serta merta panik karena dana kita hanya sebagian saja disitu dan yang lainnya masuk ke saham Bank Mandiri atau Astra International yang mungkin justru naik misalnya. Dari segi biaya juga lebih ringan karena sifatnya yang kolektif ini dimana biaya transaksi saham tersebut ditanggung bersama-sama dengan investor lainnya.

    Trus, belinya dimana?

    Reksadana dapat dibeli di Bank seperti Bank Mandiri, HSBC, Commonwealth dan bisa juga dibeli ke MI nya langsung. Tidak semua MI menawarkan pembelian langsung sih dan jumlah minimum pembelian pun bisa lebih besar atau lebih kecil dari bank. Tapi biasanya, biaya pembelian langsung lewat MI lebih murah (ya iya lah kan ga lewat makelar, beli rumah juga gitu kan?)

    (Kalau saya lewat Commonwealth Bank karena ada fasilitias Internet Bankingnya, jadi bisa beli reksadana lewat online, feenya juga jadi lebih murah.)

    Lalu, bagaimana saya tahu reksadana jenis apa yang harus saya beli?

    Pertama-tama, kita harus tau dulu untuk apa kita berinvestasi. Untuk kuliah anak? Untuk beli rumah? Untuk dana liburan? Kapan rencananya uangnya akan dipakai? 3 tahun lagi? 10 tahun lagi? Setelah kita tahu kebutuhan kita, barulah kita memilih jenis yang sesuai dengan kebutuhan dan toleransi risiko kita, berapa lama kita perlu berinvestasi dan berapa besarannya. Baru setelah itu kita teliti jenis reksadana yang ada, yang sesuai dengan tujuan kita

    Apa aja sih macamnya reksadana?

    Basically, ada 4 jenis reksadana

    • 1. Reksadana Pasar Uang (RDPU) dengan potensi imbal hasil 7% per tahun (asumsi rata-rata target jangka waktu investasi < 5 tahun yang mana termasuk kategori short-term).
      Ini adalah reksadana jangka pendek dengan risiko yang relatif paling kecil. Dana dalam reksadana ini akan ditempatkan pada instrumen pasar uang seperti tabungan, deposito atau surat utang di bawah 1 tahun. Jadi hampir tidak ada gejolak perubahan harga, tapi imbal hasilnya pun juga relatif paling kecil dibanding reksadana lainnya.
      Contoh Produk: PNM PUAS, Danareksa Seruni, Bahana Dana Likuid, Manulife Dana Kas, dll.

    • 2 Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT) dengan potensi imbal hasil 10% per tahun (asumsi rata-rata target jangka waktu investasi 5-10 tahun atau medium term)
      RDPT adalah reksadana dengan risiko yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan RDPU namun potensi imbal hasilnya pun lebih tinggi. Dana pada RDPT ditempatkan pada instrumen Surat Utang Negara (SUN) maupun surat utang (obligasi) yang dikeluarkan oleh korporasi (misal obligasi Kalbe Farma atau obligasi Indofood). Kalau mau beli RDPT harus liat juga apa usia reksadananya sudah mau 5 tahun/belum. Ini kaitannya dengan pajak sih, RDPT dengan usia lebih dari 5 tahun kehilangan keringanan pajak dari pemerintah, tapi biasanya MI akan mengakali dengan membuat RDPT baru dan memindahkan investasi RDPT lama ke RDPT baru untuk mendapatkan keringanan pajak. Ini biasanya diatur otomatis oleh MI-nya, jadi investor tidak perlu khawatir.
      Contoh Produk: Batavia Dana Obligasi Ultima, Danareksa Melati, Mandiri Investa Keluarga, Manulife Obligasi Negara Indonesia, Trim Dana Stabil.

    • 3. Reksadana Campuran (RDC) dengan potensi imbal hasil hingga 20% per tahun (asumsi rata-rata target jangka waktu investasi > 10 tahun atau Long Term.
      Reksadana ini menggunakan instrumen investasi campuran antara saham dan obligasi, jadi cocok buat yang ingin mencoba investasi saham tapi masih takut perutnya mual karena roller coaster harga saham yang drastis dan cepat.
      Contoh Produk: Schroder Dana Prestasi, Schroder Dana Terpadu II, Fortis Equitra, Fortis Pesona (sangat agresif, mostly saham), Manulife Tumbuh Berimbang, Trim Syariah Berimbang

    • 4. Reksadana Saham (RDS) dengan potensi imbal hasil hingga 25% per tahun (asumsi rata-rata jangka waktu investasi > 10 tahun atau Long Term
      Reksadana ini menggunakan instrumen investasi saham. Dibandingkan dengan reksadana lainnya, RDS memiliki potensi imbal hasil yang paling tinggi, namun juga memiliki tingkat risiko yang paling tinggi pula. Sebagai contoh, pada tahun 2008-09 di mana dunia dilanda krisis ekonomi global, imbal hasil RDS sempat rontok sampai negatif 40%! (itu artinya Rp 10,000,000 investasi Anda menjadi bernilai Rp Rp 6,000,000) Meski di awal 2010 sudah pulih, tapi goncangan harga RDS cukup berbahaya untuk menjadikannya sebagai sarana investasi jangka pendek. RDS diperuntukkan hanya untuk investor dengan tingkat toleransi risiko yang tinggi dan jangka waktu investasi yang panjang.
      Contoh Produk: Ekuitas, Fortis Pesona, Schroder Dana Istimewa, Schroder Dana Prestasi Plus, Schroder Dana Investa, Mandiri Investa Atraktif, Mandiri Investa Atraktif Syariah, Manulife Saham Andalan


    Ada juga sih reksadana lain semisal reksadana terstruktur, reksadana indeks, dan instrumen investasi lainnya seperti ORI, Sukuk Ritel, emas, etc. Tapi untuk pemula yang empat di atas itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan investasi kita untuk mencapai berbagai kebutuhan finansial dari jangka pendek (liburan misalnya) sampai jangka panjang (biaya kuliah anak dan biaya pensiun kita sendiri misalnya).

    Akhir kata, saya ucapkan Selamat berinvestasi!



    nic

    Jumlah posting : 332
    Join date : 06.12.09

    Re: Mengenal Reksadana

    Post  nic on Wed May 25, 2011 10:32 pm

    Mengenal Reksa Dana


    Reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat, untuk selanjutnya diinvestasikan oleh Manajer Investasi dalam Portofolio Efek. Keuntungan yang diperoleh berupa kenaikan nilai investasi seiring dengan berjalannya waktu periode investasi.

    Manfaat Reksadana

    Reksa dana memiliki beberapa manfaat yang menjadikannya sebagai salah satu alternatif investasi yang menarik antara lain:

    1. Dikelola oleh Manajer Investasi yang profesional
    Pengelolaan investasi suatu reksa dana dilakukan oleh Manajer Investasi yang memang mengkhususkan keahliannya dalam hal pengelolaan dana. Peran Manajer Investasi sangat penting mengingat seorang investor pada umumnya memiliki keterbatasan dapat melakukan riset, menganalisa harga efek, maupun mengakses informasi ke pasar modal secara langsung. Manajer Investasi yang Professional akan mengelola investasi sesuai dengan kebijakan dalam prospektus untuk mencapai hasil investasi yang optimal.

    2. Diversifikasi investasi
    Diversifikasi atau penyebaran investasi bertujuan untuk mengurangi risiko. Dana yang ditempatkan pada reksa dana akan diinvestasikan pada berbagai jenis efek sehingga risikonya juga tersebar. Dengan kata lain, risikonya tidak sebesar jika seorang investor membeli satu atau dua jenis efek secara langsung.

    3. Manfaat perpajakan
    Hasil investasi yang diterima dari hasil penjualan kembali reksa dana bukan merupakan objek pajak. Hal ini sesuai dengan Undang-undang No. 36 Pasal 4 (3) huruf i tentang Pajak Penghasilan (PPh) yang dikeluarkan pada tahun 2008.

    4. Likuiditas yang tinggi
    Salah satu keunggulan berinvestasi di reksa dana adalah likuiditas, di mana setiap saat Investor dapat melakukan penjualan kembali unit penyertaannya sesuai dengan ketentuan prospektus. Manajer Investasi wajib membelinya kembali dan membayarkannya maksimal T+7 hari bursa pada kondisi normal sesuai dengan ketentuan prospektus.

    5. Transparansi informasi
    Manajer Investasi wajib memberikan informasi atas perkembangan investasinya secara rutin sehingga pemegang Unit Penyertaan dapat memantau penempatan dana, kinerja dan risikonya. Manajer Investasi wajib mengumumkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) setiap hari di surat kabar serta menerbitkan laporan keuangan, prospektus, dan laporan bulanan (Fund Fact Sheet).

    6. Jumlah investasi yang terjangkau
    Investasi di reksa dana tidak memerlukan jumlah dana yang besar. Dengan jumlah yang terjangkau, Anda sudah dapat berinvestasi sejak dini dan mendapatkan semua manfaat diatas.

    Jenis-jenis Reksa Dana

    Reksa Dana Pasar Uang
    Reksa dana yang menempatkan 100% dananya pada instrumen pasar uang, seperti deposito, SBI (Sertifikat Bank Indonesia), atau Obligasi (surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan atau Pemerintah) yang memiliki jatuh tempo kurang dari 1 tahun.

    Keunggulan:

    • Bertujuan untuk investasi jangka pendek yang memberikan hasil yang stabil serta menjaga modal / nilai awal investasi

    • Memiliki potensi keuntungan sedikit lebih tinggi dari deposito

    • Bersifat likuid atau mudah dicairkan

    • Tidak ada biaya pembelian dan penjualan

    • Risiko relatif lebih kecil dibandingkan jenis reksa dana lainnya


    Reksa Dana Pendapatan Tetap
    Reksa dana yang menempatkan minimum 80% dari dananya pada instrumen obligasi.

    Keunggulan:

    • Cocok untuk tujuan investasi jangka menengah

    • Potensi hasil investasi yang diharapkan lebih tinggi dari deposito ataupun reksa dana pasar uang

    • Beberapa reksa dana memiliki mekanisme pembagian keuntungan berupa uang tunai atau tambahan unit penyertaan yang dibagikan secara berkala


    Reksa Dana Campuran
    Reksa dana yang menempatkan dananya pada instrumen pasar uang atau obligasi, atau saham dengan komposisi yang fleksibel.

    Keunggulan:

    • Cocok untuk tujuan investasi jangka menengah sampai panjang

    • Potensi hasil investasi yang diharapkan lebih tinggi dari reksa dana pendapatan tetap

    • Memiliki fleksibilitas dalam alokasi aset sehingga memiliki keuntungan dalam setiap kondisi pasar.


    Reksa Dana Saham
    Reksa Dana yang menempatkan minimum 80% dari dananya pada instrumen saham.

    Keunggulan:

    • Cocok untuk tujuan investasi jangka panjang

    • Potensi pertumbuhan nilai investasi yang paling tinggi, sejalan pertumbuhan pasar saham di Indonesia


    Reksa Dana Terproteksi
    Reksa dana yang menempatkan sebagian besar dananya pada instrumen obligasi sedemikian rupa dapat memberikan perlindungan atas nilai awal investasi pada saat jatuh temponya.

    Keunggulan:

    • Perlindungan 100% pada nilai awal investasi, jika dicairkan sesuai dengan jangka waktu investasi yang ditentukan.

    • Memiliki potensi keuntungan sebesar tingkat bunga portofolio obligasi.


    Risiko Investasi Reksa Dana

    Reksa dana dapat memberikan keuntungan bagi investor apabila portofolio efek yang dikelola oleh Manajer Investasi memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan. Namun jika portofolio efek tersebut mengalami penurunan nilai maka reksa dana juga bisa mengalami kerugian. Untuk ini investor harus mengenal jenis risiko yang berpotensi timbul apabila membeli reksa dana.

    • 1. Risiko Perubahan Kondisi Ekonomi dan Politik
      2. Risiko Wanprestasi
      3. Risiko Pasar
      4. Risiko Likuiditas
      5. Risiko menurunnya NAB (Nilai Aktiva Bersih) per Unit Penyertaan





    alamat Agen Reksadana di Commonwealthbank



    Cabang Makassar
    Jl. Jend. Sudirman No. 48
    Makassar 90113
    Phone : (0411) 330 730
    Fax : (0411) 330 457


    ATM
    ATM Branch Makassar
    Jl. Jend. Sudirman No. 48
    Makassar

    Sponsored content

    Re: Mengenal Reksadana

    Post  Sponsored content Today at 7:50 pm


      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 7:50 pm